Anomali Cuaca, Surabaya Bakal Terus Diguyur Hujan

 

Anomali Cuaca, Surabaya Bakal Terus Diguyur Hujan

Sering terjadinya anomali cuaca di wilayah Surabaya dan sekitarnya membuat musim menjadi tak menentu. Padahal seharusnya Surabaya sudah memasuki musim kemarau pada awal Mei lalu, namun sampai saat ini hujan masih sering mengguyur sejumlah wilayah di Surabaya.

Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Bambang Setiajid mengungkapkan, saat ini hampir di seluruh wilayah Indonesia sedang terjadi anomali cuaca.

“Khususnya di Surabaya sendiri ada kenaikan suhu terjadi hingga 2 derajad celsius dari batas normal suhu permukaan laut 30 derajad,”katanya kepada enciety.co, Senin (14/7/2014).

Hal ini, sambung dia, juga diperparah dengan angin yang tidak bertiup dengan kencang membuat uap dari air laut menggumpal dan menjadi hujan. “Sejauh ini angin hanya berjalan pada kecepatan 15-20 kilo meter per jam saja,” ujarnya.

Menurut Bambang, Surabaya sudah menyumbangkan polusi udarayang membuat suhu udara semakin meningkat. “Biasanya kalau dibantu dengan adanya angin kencang cuaca akan kembali seperti biasa,” lanjutnya.

Sementara itu, meskipun anomali cuaca tidak se-ekstrem pada 2010 lalu,namun tetap saja warga Surabaya harus tetap waspada. Khususnya bagi petani garam dan tembakau. “Kalau di Surabaya tidak telalu terdampak, tapi di daerah pasti sangat terdampak kepada para petani,” terangnya.

Dari data yang dirilis oleh National Centers for Environmental Prediction(NCEP) Amerika Serikat membeberkan, hampir di seluruh wilayah Indonesia akan terjadi anomali cuaca. Khususnya di wilayah Sumatera Selatan, Jawa, dan Sulawesi.

Menurut NCEP di wilayah tiga wilayah utama tersebut akan terjadi musim hujan yang panjang dari Mei hingga Agustus dengan intensitas suhu udara hangat dan masa uap air akan semakin banyak. “Jadi kemarau diperkirakan akan lebih pendek seperti tahun lalu,” imbuh Bambang. (wh)