Anomali Cuaca, Perhatikan 3 Hal yang Pengaruhi Kesehatan

Anomali Cuaca, Perhatikan 3 Hal yang Pengaruhi Kesehatan

dr. Sri Setiyani dan Kresnayana Yahya.fotoarya wiraraja/enciety.co

Akhir Agustus tahun ini, kondisis cuaca yang tak menentu a menjadi sorotan. Terutama masuk di September, Oktober dan November mendatang. Sesuai pengalaman, anomali cuaca bakal terjadi. Hal ini disebabkan oleh kecepatan angin yang makin tinggi.

Plh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Surabaya dr. Sri Setiyani, menjelaskan pola konsumsi menjadi satu dari tiga hal yang penting yang perlu dijaga.

“Saat temperatur udara naik, makanan jadi mudah basi. Hal ini dikarenakan banyak bakteri yang berkembang biak lebih cepat ketika suhu udara makin meningkat,” dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (23/8/2019)..

Kata dia, banyak orang sakit karena makanan. Untuk menghadapi hal itu, ada tiga hal yang perlu dilakukan. Yakni, kebersihan lingkungan, pola konsumsi, dan pola aktivitas.

“Tiga hal ini yang sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat dan perlu dijaga supaya terhindar dari penyakit,” tutur dia.

Selain itu, temperatur air laut juga meningkat, jelas keadaan ini mengakibatkan naiknya temperatur udara. “Lewat rasionalisasi tersebut, jelas dalam kurun waktu empat bulan ke depan kita akan menghadapi kenaikan temperatur udara dengan batas maksimum,” ujar Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult, yang memandu acara.

Kresnayana menjelaskan, ada 6 penyakit yang sering muncul dan wajib di waspadai di masa anomali tersebut. Di antaranya, influenza, diare, tifus, demam berdarah, malaria dan leptospirosis.

Menurut Kresnayana, sampai hari ini, banyak orang tidak mengantisipasi hal tersebut. “Mulai dari pola konsumsi, pola aktivitas, pola berpakaian dan lain sebagainya ini musti dipersiapkan dan disesuaikan dengan keadaan cuaca,” tandas Kresnayana. (wh)