Angry Birds Stella, Cerita Baru si Burung Pemarah

Angry Birds Stella, Cerita Baru si Burung Pemarah

 

Perusahaan pengembang game dan animasi Angry Birds, Rovio, berasal dari Finlandia, mengumumkan cerita baru burung pemarah yang disebut Angry Birds Stella, akhir pekan ini.

Dalam siaran pers, Rovio mengatakan bahwa Stella dan teman-temannya adalah “sekelompok karakter baru penuh semangat dan cinta untuk bersenang-senang, melakukan petualangan, dan kreativitas bersama.”

Dalam cerita Angry Birds Stella, akan ada setidaknya lima karakter burung baru. Bakal ada pula karakter protagonis dan antagonis.

Rovio akan mengimplentasikan karakter Angry Birds Stella dalam produk game, animasi, mainan, buku, hingga produk retail lainnya selama beberapa tahun mendatang. Rencananya, Angry Birds Stella akan hadir pada September 2014.

“Kisah Angry Birds Stella akan hidup dan berkembang di seluruh produk fisik dan digital, menjembatani mereka dengan cara yang menyenangkan dan inovatif. Stella dan teman-temannya akan mengajak berpetualang,” kata CEO Rovio, Mikael Hed.

Sejarah Rovio dan Angry Birds

Rovio bermula dari sebuah perusahaan rintisan (startup) pembuat game bernama Relude didirikan tahun 2003 oleh tiga mahasiswa Helsinki University of Technology, Finlandia, yakni Mikael Hed, Jarno Väkeväinen, dan Kim Dikert.

Mereka juara dalam kompetisi pembuatan game atas sponsor Nokia dan HP. Game itu berjudul King of the Cabbage World.

Tahun 2005, Relude ganti nama jadi Rovio Mobile dan membangun kantor di Espoo, Finlandia. Untuk kali pertamanya, mereka menerima investasi dari investor perorangan. Rovio Mobile kemudian merilis permainan Angry Birds untuk iOS.

Game ini kemudian dibuat untuk sistem operasi Android. Tak butuh waktu lama bagi Angry Birds untuk menjadi salah satu game paling disukai dan paling dikenal. Jumlah unduhannya mencapai 1 miliar dari toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store.

Mulai Maret 2011, Rovio Mobile mendapat banyak investasi, baik dari perusahaan investasi maupun investor perorangan. Pada Juli 2011, perusahaan ini ganti nama lagi menjadi Rovio Entertainment Ltd.

Dari perusahaan game, Rovio bertransformasi menjadi perusahaan hiburan. Sejak Angry Birds menjadi candu bagi pengguna Android dan iOS, mereka memperluas sayap bisnis dengan menjual boneka, kaus, dan cenderamata Angry Birds berlisensi.

Mereka memperluas sekuel permainan Angry Birds dan sudah berani melakukan akuisisi sebuah perusahaan game bernama Futuremarks Games Studio.(bh/berbagai sumber)