Anggota Pejuang Muda Surabaya Dapat Beasiswa ITS

Anggota Pejuang Muda Surabaya Dapat Beasiswa ITS

Teks: Eka Sari Ismirani bersyukur bisa mendapatkan beasiswa kuliah di ITS dari Pemkot Surabaya. foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Pantang untuk menyerah. Itulah falsafah hidup yang coba diterapkan Eka Sari Ismirani. Perempuan 19 tahun tersebut akhirnya dapat mewujudkan cita-citanya untuk kuliah setelah keterbatasan dana pendidikan dari orang tuanya ditanggung Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Eka Sari Ismirani,  lulusan SMA Negeri 2 jurusan IPA tersebut tidak bisa masuk Unaik setelah mendapat jalur undangan Akuntansi dan Bahasa Inggris setelah dinyatakan tidak diterima.

“Alhamdulillah, saya dimasukkan ITS D1 jurusan Sistem Informasi sama Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) sejak April kemarin,” kata putri dari pasangan Maryono yang bekerja sebagai marketing motor dan Heni Puspita seorang ibu rumah tangga.

Kepada enciety.co, Eka Sari Ismirani yang juga anggota pelatihan Pejuang Muda Surabaya cluster tailors & garments tersebut mengaku sangat berterima kasih terhadap bantuan yang diterimanya.

Perempuan yang tinggal di Wonorejo III/49 itu, menceritakan setelah tidak diterima di Unair, dirinya akhirnya bergabung di pelatihan yang digelar setiap hari Sabtu di Kaza City Mall, Jalan Kapas Krampung, Surabaya.

Eka mengikuti saran dari Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya Nanis Chairaniyang menyuruhnya untuk ikut Pejuang Muda Surabaya.

“Saya ikut per Januari 2017. Setelah itu, ayah mengirim surat ke Pemkot Surabaya minta beasiswa dan disetujui. Saya ikut tes dan diambil 60 orang,” ujar kakak perempuan dari Gagah Agung kelas 2 SMK Negeri 7 Surabaya tersebut.

Siti Retnanik, mentor creative industry, mengatakan sebelumnya Eka Sari Ismirani saat masuk ke pelatihan tidak mengetahui nama-nama dan cara menjahit.

“Sekarang karena ketelatenannya, Eka sudah bisa menjahit blus dan rok secara halus, lho. Bahkan Bu Atiek Dasar Sumarhadi (mentor jahit) sudah meminta dirinya untuk membantu mengenalkan cara awal menjahit kepada peserta baru,” kata Siti Retnanik. (wh)