Anggaran Belanja Negara 2016 Sebesar Rp 2.121,3 Triliun

Anggaran Belanja Negara 2016 Sebesar Rp 2.121,3 Triliun
foto: setneg.go.id

Total belanja pemerintah pada 2016 direncanakan Rp 2.121, 3 triliun, sedangkan total pendapatan direncanakan Rp 1.848,1 triliun. Total belanja tersebut antara lain digunakan untuk belanja infrastruktur Rp 313,5 triliun serta subsidi energi dan nonenergi Rp 201,4 triliun.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi,  saat menyampaikan keterangan pemerintah atas RUU APBN 2016 beserta nota keuangan di sidang paripurna DPR masa sidang I 2015/2016 yang juga dihadiri pimpinan dan anggota DPD. Sidang paripurna itu dipimpin Ketua DPR Setya Novanto, Jum’at (14/8/2015)

Dikatakan, sumber pendapatan sebesar itu akan diperoleh dari sektor pajak senilai Rp 1.565,8 triliun atau atau 5,1 persen dibanding RAPBN 2015. Dengan pendapatan sebesar itu, rasio pajak terhadap produk domestik bruto mencapai 13,25 persen.

Dalam kesempatan itu,  Presiden Jokowi juga  menyatakan sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus percaya diri dan optimistis bisa mengatasi berbagai masalah yang mengadang di hadapan kita. “Selama ini, kita terjebak bahwa melambannya perekonomian global yang berdampak pada perekonomian nasional merupakan masalah paling utama. Padahal kalau dicermati secara saksama, menipisnya nilai kesantuan dan tata krama, juga berbahaya bagi kelangsungan hidup bangsa. Menipisnya budaya saling menghargai dan mengeringnya kultur tenggang rasa di masyarakat, lembaga penegak hukum, ormas, media, dan parpol, membuat bangsa ini terjebak pada lingkaran ego masing-masing. Hal itu menghambat program aksi pembangunan, budaya kerja, semangat gotong-royong, dan tumbuhnya karakter bangsa,” katanya. (bst)