Analis : Pendapatan Semen Indonesia Rp 27,90 T pada 2014

Analis : Pendapatan Semen Indonesia Rp 27,90 T pada 2014

 

Pertumbuhan kinerja keuangan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) diprediksi berlanjut hingga akhir tahun ini, menyusul peningkatan permintaan semen, volume produksi, dan kenaikan harga jual. Sedangkan pertumbuhan kinerja keuangan dalam jangka panjang didukung oleh penambahan kapasitas produksi menjadi 40,8 juta ton pada 2017.

UOB Kay Hian Securities memperkirakan, peningkatan pendapatan menjadi Rp 27,90 triliun pada 2014, dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak Rp 24,50 triliun. Laba bersih diproyeksikan naik menjadi Rp 6,23 triliun, dibandingkan tahun 2013 mencapai Rp 5,37 triliun. Volume penjualan semen diperkirakan naik berkisar 7-11 persen menjadi 28-29 juta ton, dibandingkan tahun lalu sebanyak 26 juta ton.

Analis UOB Kay Hian Securities Marwan Halim mengungkapkan, penjualan semen diprediksi masih tumbuh tahun ini, meskipun melambat dibandingkan realisasi tahun lalu. Kenaikan permintaan berasal dari sektor properti dan infrastruktur.

“Peningkatan volume penjualan didukung kenaikan rata-rata harga jual semen dengan ekspektasi 3-4 persen bakal memperkuat laba bersih perseroan hingga tahun ini,” tulis Marwan dalam risetnya, belum lama ini.

Sedangkan tren peningkatan kinerja keuangan perseroan ke depan, menurut Marwan, didukung atas rencana menaikkan kapasitas produksi menjadi 40,8 juta ton pada 2017. Penambahan kapasitas dengan rencana membangun pabrik penggilingan semen di Dumai, Gresik, dan Tonasa dengan total kapasitas produksi sebanyak 3 juta ton. Pembangunan pabrik baru di Padang dan Rembang dengan target kapasitas 6 juta ton semen per tahun. (ivr/bh)