Anaknya Takut Diteror Kasus Dolly, Risma: Kan Ada Gusti Allah

 

Anaknya Takut Diteror Kasus Dolly, Risma: Kan Ada Gusti Allah

Sebagai seorang wali kota sebesar Surabaya, wajar jika ada pihak-pihak yang tak setuju dengan kebijakannya. Apalagi, terkait penutupan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara seperti Dolly dan Jarak. Berbagai terror menghampiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan keluarganya.

Risma mengakui, ancaman pembunuhan sudah biasa ia terima. Meski berkali-kali tak terbukti kebenarannya, kedua putra-putri Risma mengaku sempat merasa ketakutan.

“Kemarin anak-anak saya bilang ke saya. Mama, aku ke Malang ya? Takut, kalau ada apa-apa sama Mama,” kisah Risma di ruang kerjanya, Kamis (19/6/2014).

Perempuan 52 tahun itu lantas tersenyum dan menenangkan keduanya. Ia mengungkapkan, ancaman pembunuhan tersebut seharusnya tak membuat mereka keder. “Saya bilang, kenapa kamu takut wong kamu dari kecil sudah pernah mengalami itu,” jawabnya.

Risma lantas meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. “Sudah, kamu percayakan bahwa yang berhak mencabut hanya Tuhan. Dulu kamu kecil bisa jawab seperti itu, tapi kenapa sekarang kamu besar jadi takut,” terangnya seraya mengingatkan.

Alumnus Arsitektur ITS itu menambahkan, menutup lokalisasi yang berumur lebih dari 40 tahun seperti Dolly dan Jarak memang tak mudah. “Tapi bukan berarti tidak bisa. Yakinlah. Kita tidak boleh lelah dan putus asa,” tandasnya.

Ditanya soal tanggapannya mengenai pengerahan massa dari kalangan PSK, muncikari, dan warga yang menolak penutupan oleh oknum tertentu, ia tersenyum simpul.

“Saya tidak tahu dan tidak mau tahu. Saya berangkat dari normatif hukum, serta mencegah ormas-ormas itu supaya tidak ada gesekan. Kalau dihambat ya nggak apa-apa. Kan, ada Gusti Allah,” pungkasnya. (wh)