Anak Usaha Telkom Tutup Akuisisi Saham Tiphone

 

Anak Usaha Telkom Tutup Akuisisi Saham Tiphone

Salah satu anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), PT Pins Indonesia, telah menutup perjanjian jual beli sekitar 1,11 miliar saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) dari sejumlah pemegang saham TELE pada 11 September 2014.

Jumlah saham yang ditawarkan itu sekitar 15 persen dengan harga Rp 790 per saham. Perjanjian jual beli saham itu dilakukan dengan pemegang saham perseroan antara lain Boquete Group SA, Interventures Capital Pte Ltd, PT Sinarmas Asset Management, dan Top Dollar Invesment Limited senilai Rp 876,70 miliar.

Selain itu, PT Pins Indonesia akan melakukan eksekusi atas penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD) PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk sebanyak 638,05 juta saham dengan nilai Rp 812,22. Nilai pelaksanaannya mencapai Rp 518,23 miliar. Pelaksanaan PMT HMETD dijadwalkan pada 18 September 2014.

“Sejak transaksi-transaksi itu efektif maka Pins akan memiliki 1,75 miliar saham atau setara 25 persen dari seluruh modal telah disetor dalam Perseroan,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk, Samuel Kurniawan, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditulis, Selasa (16/9/2014).

Dalam riset PT Samuel Sekuritas, harga akuisisi rata-rata per saham TELE oleh anak usaha Telkom ini senilai Rp 798 per saham. Angka itu diskon sekitar 17 persen dari harga penutupan kemarin.

“Rekomendasi Telkom Hold dengan PE 2014 17,02 kali, EV/Ebitda sekitar 6,2 kali,” tulis riset PT Samuel Sekuritas.

Berdasarkan data BEI, pemegang saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk antara lain PT Upaya Cipta Sejahtera sebesar 42,75 persen, PT Esa Utama Inti Persada sebesar 15,67 persen, Boquete Group SA sebesar 7,11 persen, Top Dollar Investment Ltd sebesar 5,19 persen, dan PT Prudential Life Assurance sebesar 5,25 persen.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini pukul 14.40 WIB, saham TELE melemah 1,55 persen menjadi Rp 950 per saham. Total frekuensi pemegang saham 220 kali dengan nilai transaksi Rp 3,4 miliar. (lp6/wh)