Amankan Tes CPNS, Pemkot Surabaya Siapkan 7 CCTV

 

Amankan Tes CPNS, Pemkot Surabaya Siapkan 7 CCTV

Mengantisipasi adanya kecurangan dalam proses tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan 7 CCTV. Untuk menjamin transparansi proses perekrutan, layar CCTV juga akan dibentang di luar ruang tes untuk publik

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Surabaya, Mia Santi Dewi mengatakan bahwa pemasangan CCTV akan ditempatkan di sejumlah titik. Mulai dari rang tes hingga ruang registrasi peserta CPNS 2014.

“Nantinya, setiap gerak-gerik peserta akan dapat dilihat di layar yang disediakan di luar ruang tes. Keluarga dan publik bisa melihat suasana yang ada di dalam tanpa harus mengganggu para peserta tes,” terangnya kepada awak media, Kamis (2/10/2014).

Mia menegaskan, jika didapati peserta yang terbukti melakukan tindakan curang maka dipastikan statusnya akan langsung gugur.

Tidak hanya CCTV, menurut perempuan kelahiran Solo itu menjelaskan bahwa setelah peserta CPNS mengerjakan soal, nilai langsung bisa dilihat waktu itu juga.

“Nanti perolehan nilai bisa langsung dipantau karena setiap selesai sesi, hasil tes akan dipampang di layar tersebut. Peserta dapat mencatat nilai masing-masing begitu mereka selesai mengerjakan soal,” ungkapnya.

Kondisi-tes-CPNS-tahun-2013   Pelaksanaan-tes-menggunakan

Sementara itu, dari catatan Mia peserta CPNS Surabaya yang akan mengikuti tes seleksi mencapai 5.267 pelamar. 980 di antaranya dinyatakan tidak lolos lantaran tidak memenuhi sejumlah persyaratan. Nantinya mereka akan secara berturut-turut melakukan Tes Kompetensi Dasar (TKD) sejak 6 Oktober hingga 11 Oktober di Aula SMKN 5 Surabaya.

“Tes tersebut fase krusial yang harus dilewati pelamar setelah sebelumnya sudah melewati tahapan pendaftaran dan verifikasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam uji TKD berdasarkan metode computer assisted test (CAT) itu, peserta diwajibkan mengerjakan materi yang meliputi tiga unsur. Di antaranya wawasan kebangsaan, intelegensi atau pengetahuan umum, dan karakteristik pribadi.

“Nanti semua mengerjakan lewat komputer seperti tahun lalu. Karena materi soal ujian dan pengawasan tes menjadi kewenangan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kita hanya sebagai fasilitator saja,” ujarnya.

Dia menambahkan, tiap hari akan ada lima sesi ujian. Masing-masing sesi diisi oleh 200 peserta tes. Dengan kata lain, setiap hari ada seribu orang akan mengikuti TKD.

“Kami memberikan fasilitas dengan men-support 220 unit komputer, dengan rincian 200 komputer akan digunakan untuk tes dan 20 lainnya disiapkan sebagai cadangan,” terangnya. (wh)