Alibaba Dihantui Perdagangan Barang Bajakan

IPO Alibaba Bidik Rekor Dunia

Alibaba masih ada masalah dengan barang palsu selama bertahun-tahun. Sejak 2013, Alibaba menghabiskan USD161 juta untuk memberantas masalah ini. Bahkan pendiri Alibaba, Jack Ma pernah menyebutkan, maraknya penjualan barang-barang palsu tersebut layaknya kanker.

Pada Mei, Alibaba digugat oleh brand-brand raksasa mewah seperti Gucci dan Yves Saint Laurent. Alibaba pun diinstruksikan untuk memberantas barang palsu ini. Seminggu kemudian, American Apparel & Footwear Association (AAFA) menulis sebuah surat terbuka kepada Jack Ma memohon bahwa dirinya untuk memberantas masalah ini.

“Kami meminta Alibaba untuk mulai menangani barang-barang palsu dengan cara yang transparan, dipahami, dan cepat,” demikian tulis AAFA dalam surat itu. “Kami meminta Alibaba untuk membuat proses di mana bisa memberantas barang-barang palsu secara cepat atas permintaan merek bersertifikat.” lanjutnya.

Karena Alibaba, kejadian yang sama terjadi dengan eBay dan Amazon, bertindak sebagai portal untuk penjual pihak ketiga, sulit bagi pengecer dari eBay untuk Etsy untuk mengatur barang dagangan yang dijual. Bahkan, perusahaan seperti eBay, Amazon dan Etsy mengalami kejadian terhadap barang-barang palsu lebih marak dibanding China. Diperkirakan 40 bagian dari keseluruhan barang yang dijual adalah palsu.

Dalam hal ini, Business Insider melakukan pencarian guna mengungkap penjual yang mengaku menjual produk bekas dari Chanel, Burberry, Rolex, dan Gucci. Ternyata, tidak jelas apakah produk ini diverifikasi oleh Alibaba. (oke)