ALFI Jatim Minta Tarif Handling Ikut Mekanisme Pasar

 

ALFI Jatim Minta Tarif Handling Ikut Mekanisme Pasar

DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jatim meminta pembayaran transfer barang dari lapangan penumpukan ke lini satu mengikuti mekanisme pasar di Teluk Lamong. ALFI Jatim meminta agar tagihan tidak dikeluarkan oleh PT Terminal Teluk Lamong (TTL), tetapi PT Organda Teluk Lamong (OTL) selaku operator pemindahan barang.

DPW ALFI Jatim mengaku keberatan bila tagihan tersebut dibebankan kepada PT Terminal Teluk Lamong selaku jasa kepelabuhanan. Alasannya selama ini mekanisme pasar antara B to B, atau antara pihak ALFI dengan Organda sudah terjalin.

“Alasan kami, karena OTL adalah operator pemindah barang dari container yard (CY/ lapangan penumpukan) ke lini satu. Sedangkan TTL adalah operator jasa kepelabuhanan, yakni yang mengatur aktivitas bongkar muat,” jelas Ketua DPW ALFI Jatim Henky Pratoko, Selasa (7/10/2014).

Terminal Multipurpose Teluk Lamong dijadwalkan beroperasi penuh untuk terminal domestik November mendatang. Saat ini tengah dibahas mekanisme transaksi antara pengguna jasa dengan penyesia jasa. Dimana ALFI meminta transaksi pemindahan barang hanya melibatkan dengan PT OTL selaku penyedia jasa pemindahan barang.

ALFI Jatim selaku pengguna jasa meminta agar mekanisme transaksi diterapkan seperti di Tanjung Perak. “Yakni antara kami (ALFI) dengan Organda (PT OTL)yang mengurus pemnindahan barang,” tegasnya.

Organda telah membentuk konsorsium yang terdiri dari 150 dengan mendirikan PT Organda Teluk  Lamong, sebagai jasa pemindah barang dari CY ke lini satu.

Terpisah, Direktur Operasi PT TTL Agung Kresno Sarwono mengakui mekanisme single billing telah diatur oleh PT Pelabuhan Indonesia III selaku induk perusahaan.

“Konsep awalnya agar tidak terlalu ribet, sehingga kita keluarkan single billing yang didalamnya sudah termasuk jasa pemindahan barang,” tegas Agung Kresno.

Dia mengakui, single billing ini untuk memudahkan proses pembayaran agar tidak campur aduk antara jasa kepelabuhanan dengan jasa pemindahan barang. Meski demikian, mekanisme pembayaran ini masih digodok dan akan dibahas sebelum Teluk Lamong beroperasi.

Menurut rencana, PT TTL langsung beroperasi untuk terminal domesik pada pertengahan November. Dimana Teluk Lamong baru melayani rute Surabaya-Samarinda dan Surabaya Balikpapan, dengan windows sytem. (wh)