Alergi Kacang Dapat Disembuhkan

Alergi Kacang Dapat Disembuhkan

Punya riwayat alergi kacang seringkali mengganggu aktivitas. Tak hanya itu, alergi itu bisa mematikan. Namun, masih ada harapan sembuh dari penyakit ini. Terutama bagi beberapa alergi makanan yang parah yang pada umumnya diderita.

Dalam sebuah studi terbaru yang dimuat laman Popsci.com, penelitian tersebut terdiri dari dua periode masing-masing enam bulan. Para peneliti memberikan 85 anak-anak sejumlah kecil protein kacang. Secara bertahap jumlah itu digenjot selama enam bulan.

Pada akhir periode, 88 persen di antaranya bisa mentolerir makan makanan yang setara dengan lima kacang tanpa menderita reaksi alergi. Sedangkan 58 persen bisa makan setara dengan 10 kacang tanpa insiden. Dalam rentang periode pertama, setengah anak-anak pertama diberi plasebo. Hasilnya, tak satu pun dari mereka menjadi toleran terhadap kacang. Ini menunjukkan bahwa  hasil penelitian tidak disebabkan oleh efek placebo.

Salah seorang penulis penelitian, Andrew Clark, mengatakan kepada The Guardian bahwa ia secara dramatis mengubah beberapa kehidupan anak-anak itu.

“Perawatan ini memungkinkan anak-anak dengan semua stadium alergi kacang untuk makan kacang dalam jumlah besar. Jumlah yang jauh di atas tingkat yang ditemukan di makanan ringan dan makanan yang terkontaminasi,” jelasnya.

Clark juga membeberkan, penemuan itu bisa membebaskan mereka dan orang tua mereka dari rasa takut akibat reaksi alergi yang berpotensi mengancam nyawa.

Kendati demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut pada anak-anak yang lebih luas. Laporan tersebut menulis, penelitian alergi kacang tanah tidak harus dilakukan dalam pengaturan non-spesialis, tetapi efektif dan ditoleransi dengan baik pada kelompok usia yang tengah diteliti.

Sementara peneliti lainnya memperingatkan, meskipun penemuan itu menjanjikan, tak seharusnya dianggap obat. Bahkan, sebaiknya tidak boleh dicoba sendiri di rumah.

“Ini adalah langkah penelitian yang sangat penting dalam upaya meningkatkan manajemen kami alergi kacang. Tapi belum siap untuk digunakan dalam praktek klinis,” ujar Gideon Lack kepada BBC. Lack pernah menjalankan percobaan alergi kacang di Rumah Sakit Anak Evelina di London. Ia mengungkapkan, pihaknya harus melakukan penilaian risiko yang tepat, untuk memastikan bahwa perawatan tersebut tak membahayakan nyawa anak-anak yang alergi kacang tersebut.(wh)