Alasan Mengapa Nokia Bertekuk Lutut Pada Android

Alasan Mengapa Nokia Bertekuk Lutut Pada Android

 

Setelah bertahan dengan seri ponsel Windows, Nokia akhirnya takluk juga pada Android. Nokia menghadirkannya lewat tiga ponsel berseri X, Nokia X,  X+ dan XL. Lantas apa alasan membuat Nokia bertekuk lutut pada Android sebagai lini ponselnya?

“Kami melihat peluang di segmen low-end sangat besar dan kami mencoba mengambil peluang itu,” ujar Jolaine Boyd, Marketing Director Nokia Indonesi di sela peluncuran Nokia X di Jakarta.

Jajaran X memang ditawarkan dengan harga yang cukup murah. Nokia X secara resmi dihargai Rp 1,6 juta. Di negeri jiran Malaysia, Nokia X dibanderol dengan harga 399 ringgit atau sekitar Rp 1,4 juta.

Di level ini seri X, menurut Jolaine, datang sebagai pelengkap jajaran Nokia Asha. Nokia Asha merupakan jajaran ponsel Nokia yang ditawarkan dengan harga terjangkau.

“Pasar smartphone begitu besar dan Nokia hadir dengan opsi yang lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Kehadiran jajaran ponsel Android Nokia diharapkan memang bisa membawa kembali kejayaan Nokia sebagai raja ponsel. Seri X diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi pasar Nokia.

“Nokia X menjadi jembatan bagi pelanggan untuk ke seri Lumia. Kita optimistis dengan segala servis yang diberikan, Nokia X bisa diterima masyarakat,” tambahnya.

Nokia X menurut Product Manager Nokia Indonesia Wirda Haryani, hanya mengambil lisensi Android Open Source Project (AOSP) yang selebihnya dikembangkan sendiri oleh Nokia lewat sistem operasi Nokia X Project. Berbekal Android 4.1, Nokia menyulap seri X dengan rasa Nokia Lumia, lengkap dengan desain kotak-kotak khas Nokia.

Diatas layar 4 incinya ini, Nokia tetap bisa menjalankan aplikasi-aplikasi Android. Namun jangan harap ada Google Play Store sebagai sarana mengunduh aplikasi. Sebagai gantinya, Nokia membenamkan Nokia Store.

Di atas semua itu, Nokia menjanjikan pengalaman berbeda dengan menggabungkan tiga dunia. “Menggabungkan Nokia, Android dan layanan Microsoft,” kata Wirda.

Nokia bahkan mengklaim memberikan aplikasi dunia yang lebih banyak dibandingkan kompetitor. (rpk/bh)