Al Qaeda Buka Cabang di India

Al Qaeda Buka Cabang di India
Ayman al Zawahiri

Pemimpin Al Qaeda, Ayman al Zawahiri, mengumumkan pembentukan cabang jaringan teroris internasional itu di India yang menurutnya akan membantu “menyebarkan hukum Islam dan mengibarkan bendera jihad” di sana.

Dalam video yang diunggah di internet, Rabu (3/9/2014), Zawahri juga menegaskan sumpah setianya kepada pemimpin Taliban Afghanistan Mullah Omar, berlawanan dengan sikap kelompok Islamic State in Syria and Iraq (ISIS). Zawahiri menyebut pembentukan “Al Qaeda di sub-kontinen India” akan membantu kaum Muslim di Myanmar, Bangladesh, Assam, Gujurat, Ahmedabad, dan Kashmir melawan ketidakadilan dan penindasan.

Selama bertahun-tahun Zawahiri dan pendahulunya Osama bin Laden–yang dibunuh rentara AS pada 2011–selalu menyatakan kesetiaan pada Mullah Omar, sebagai balasan atas perlindungan yang diberikan pada pengikut dan pemimpin Al Qaeda di Afghanistan.

Zawahiri menyerukan adanya persatuan di kalangan militan dan menghindari perselisihan, seperti menyindir ISIS yang kerap terlibat konflik dengan kelompok-kelompok Islam lainnya di Suriah.

Pernyataan dia juga melarang pengikut Al Qaeda menyerang warga lokal, lagi-lagi sindiran bagi ISIS. “Jika kamu mengatakan sedang melakukan jihad untuk mempertahankan kesucian kaum Muslim, maka kamu tak boleh melanggar hak mereka, atau uang mereka atau kehormatan mereka, dan juga tidak boleh melukai saudara-saudara mujahidin kalian dengan kata-kata atau tindakan,” ujarnya dalam video 55 menit itu.

“Perselisihan adalah perbuatan terkutuk dan azab, dan juga hinaan bagi orang yang beriman,” katanya.

Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi menyebut dirinya sebagai khalifah atau kepala negara dan menuntut kesetiaan dari semua Muslim.

Di lain pihak, Zawahiri mengatakan, “kalau kamu mengatakan bahwa jihad hanya dilakukan karena Allah semata, maka kamu tak boleh mengejar jabatan pemerintahan atau kepemimpinan.”

Di India, warga Muslim mencakup hanya 15 perse populasi namun jumlahnya mencapai 175 juta orang dan menjadi negara berpenduduk Muslim terbesar ketiga di dunia. (bst/ram)