Akuisisi Axis, XL Yakin Pelayanan Lebih Baik

Akuisisi Axis, XL Yakin Pelayanan Lebih Baik

Pemegang saham PT XL Axiata Tbk (XL) mendapat persetujuan dari pemerintah untuk mengakuisisi dan merger dengan PT Axis Telekom Indonesia (AXIS). Persetujuan itu didapat dari dua regulator pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa keuangan (OJK).

Angin segar itu langsung disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasar (RUPSLB) Rabu (5/2/2014) di Jakarta. Selain dari regulator pasar modal, Kementerian Komunikasi dan Informasi dan Badan Koordinasi Pasar Modal juga memberi rekomendasi langkah yang dilakukan XL.

Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengatakan, akuisisi dan merger ini sangat strategis bagi kemajuan perusahaan. “Melalui akuisisi dan merger dengan AXIS, kami berharap XL akan mampu memberikan layanan yang lebih baik dan menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia,” katanya dalam keterangan persnya.

Dia menambahkan konsolidasi ini sangat penting untuk memperkuat industri telekomunikasi. Terlebih tahun 2013 lalu XL mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 21,4 triliun. Selain itu jumlah pelanggan juga mengalami peningkatan mencapai 60,5 juta.

Sesuai dengan perjanjian jual beli bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement – CSPA) antara XL dan STC, XL diwajibkan melakukan pembayaran sebesar USD 865 juta kepada pemegang saham Axis.

Untuk membiayai transaksi tersebut, XL menggunakan kombinasi pinjaman yang bersumber dari pemegang saham Axiata sebesar USD 500 juta (sekitar 58 persen) dan pinjaman dari institusi finansial sebesar USD 365 juta (42 persen).

Hasnul menambahkan, berdasarkan analisa bisnis dan teknik yang telah dilakukan perusahaan, akuisisi dan merger XL-AXIS ini akan dapat memberikan keuntungan jangka panjang. Melalui akuisisi dan merger XL dapat mengatasi keterbatasan sumber daya yang kini dialami perusahaan.

“Keputusan merger dan akuisisi dengan AXIS ini merupakan pilihan logis untuk memenuhi ekspektasi pelanggan yang terus meningkat. Kami berharap, upaya kami dapat menjadi pengalaman penting dalam upaya melahirkan industri telekomunikasi yang sehat di tanah air,” tambahnya. (wh)