Akuisisi 60 Persen China Vision, Alibaba Kuasai Bisnis Media

Akuisisi 60 Persen China Vision, Alibaba Kuasai Bisnis Media

Raksasa e-commerce Cina, Alibaba Group, menguasai mayoritas saham perusahaan media, China Vision Media Group Limited. Dalam pengumuman resminya, Alibaba Group mengakuisisi 12,49 miliar saham existing dan membeli saham baru perusahaan media yang tercatat di Bursa Hong Kong itu dengan nilai 6,24 miliar dolar Hongkong atau sekitar  USD 804 juta.

Dengan pembelian saham tersebut, Alibaba kini menguasai 60 persen saham China Vision Media Group Limited. China Vision merupakan grup usaha bergerak di bisnis pertelevisian, produksi film dan drama televisi, media cetak, dan media online.

Akuisisi mayoritas saham China Vision merupakan ambisi Alibaba Group menjadi pemain utama di bisnis penjualan lewat Internet atau e-commerce terbesar di dunia. Saat ini Alibaba bersaing ketat dengan pemain e-commerce lokal, seperti Tencent Holdings Ltd dan Baidu.

Tencent Holdings Ltd juga tercatat memiliki 8 persen saham China Vision. Juru bicara China Vision menyatakan, dengan akuisisi saham oleh Alibaba Group, berarti saham Tencent terdilusi sebesar 3 persen.

“China Vision akan mengeluarkan saham baru untuk Alibaba sebagai bagian dari kesepakatan,” kata juru bicara itu, seperti dilansir Wsj.com.

Namun, juru bicara Tencent enggan berkomentar seputar terdilusinya saham perusahaan langkah bisnis Alibaba tersebut. Perusahaan modal ventura Amerika Serikat, Sequoia Capital, juga tercatat menjadi salah satu pemegang saham China Vision.

Alibaba berupaya memperluas jaringan pasarnya ke Amerika Serikat. Perusahaan ini berencana melantai di bursa saham Amerika Serikat tahun ini dengan menargetkan penggalangan dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar 10 miliar dolar AS. Kalangan analis memperkirakan valuasi perusahaan sebelum IPO mencapai 140 miliar dolar AS.

Menurut sumber, Alibaba mempertimbangkan masuk bursa Amerika setelah perundingan dengan bursa Hong Kong tidak mencapai titik temu. Dengan masuk pasar modal Amerika, Alibaba berharap bisa menyaingi Tencent.

Sebelumnya, Alibaba melalui lini bisnis private equity, Yunfeng Capital, dikabarkan membeli 4,42 miliar lembar saham Citic 21CN dengan nilai transaksi 1,33 miliar dolar Hongkong.

Dengan akuisisi ini, Alibaba dan Yunfeng akan mendapat kepemilikan sebanyak 54.3 persen di perusahaan farmasi, Citic 21N dengan rincian Alibaba 38,1 persen dan Yunfeng Capital 16,2 persen. Pembelian saham Citi21N karena Ali Baba membutuhkan platform perusahaan farmasi untuk mensinergikan data obat-obatan milik Citic 21N dengan e-commerce, dan cloud computing. (bh)