Aktivitas Ekonomi Terganggu akibat Jalan Kalianak Rusak Parah

Aktivitas Ekonomi Terganggu akibat Jalan Kalianak Rusak Parah
Genangan air yang meluber di Jalan Kalianak menyebabkan rusak parah.foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Ratusan warga dari Kalianak, Greges dan Morokrembangan melakukan aksi penutupan jalan nasional di kawasan Kalianak hingga Margomulyo. Kerusakan jalan sendiri berawal dari tidak berfungsinya saluran air yang berada di kawasan ini yang masuk ke pemukiman warga hingga air genangan meluber ke tengah jalan. Ini membuat aktivitas perekonomian menjadi terganggu.

Ketua RW Kalianak Tri Muryanto mengatakan, penutupan Jalan Kalianak tersebut berawal dari kekesalan warga atas tidak diperbaikinya jalan nasional ini.

“Saluran air di kawasan ini tidak berfungi. Jika hujan, maka banjir dan lumpur akan masuk hingga ke pemukiman warga dan menimbulkan genangan air di jalur utama. Truk bertonase besar yang lewat akhinya menggerus aspal dan menyebabkan kerusakan parah,” kata Tri Muryanto kesal, Senin (22/2/2016).

Akibat penutupan oleh warga ini, truk-truk yang masuk ke kawasan Kalianak akhirnya harus parkir di Jalan Demak. Begitu juga di Margomulyo, banyak truk yang parkir menunggu akses dibuka warga dan menyebabkan di kawasan ini.

Petugas kepolisian dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak terpaksa membubarkan aksi demo ini agar kendaraan yang menumpuk dapat bergerak kembali. Usai proses negosiasi dengan warga, akhirnya jalan Kalianak-Greges kembali dibuka dan hanya boleh dilewati oleh mobil pribadi, angkutan umum dan kendaraan roda dua.

“Kami hanya menuntut agar pemerintah provinsi memperhatikan jalan ini. Sudah banyak yang terluka hingga meninggal dunia para pengendara di Kalianak. Jangan sampai terulang kembali,” sahutnya.

Dari pantauan enciety.co di lokasi, dengan dilarangnya truk bertonase besar ke kawasan Kalianak menyebabkan jalan yang biasa berjuluk jalur tengkorak ini tampak lengang.

Polisi dan Dishub melarang truk bertonase besar untuk melintasi jalan ini dan meminta mereka untuk masuk jalan tol Perak dan tol Margomulyo. (wh)