Aksi Darurat Asap Riau di Taman Bungkul

Aksi Darurat Asap Riau di Taman Bungkul
Ratusan peserta aksi yang tergabung dalam Pemuda Produktif, Inspiratif dan Solutif (PIS) menggelar aksi solidaritas darurat asap yang terjadi di Riau. Aksi ini dilakukan di Car Free Day (CFD) Jalan Raya Darmo, Surabaya, Minggu (1/11/2015) pagi. foto: arya wiraraja/enciety.co

Ratusan Pemuda Kota Surabaya yang tergabung dalam Pemuda Produktif, Inspiratif dan Solutif (PIS) menggelar aksi solidaritas darurat asap yang terjadi di Riau. Aksi yang dilakukan di Car Free Day (CFD) Jalan Raya Darmo, Surabaya, Minggu (1/11/2015) pagi, ini dimaksudkan untuk dapat mengingatkan karakter arek Surabaya yang saat ini sudah mulai ditinggalkan.

“Arek Surabaya memiliki dua karakter yang saling berkaitan, pertama adalah karakter egaliter atau blak-blakan. Karakter yang kedua adalah berjiwa sosial yang tinggi. Perkembangan zaman bukan lantas membuat semangat jiwa kepahlawanan kami luntur, lewat aksi ini kami ingin membuktikan, jika pemuda Surabaya saat ini masih memegang teguh kedua jiwa tersebut,” ulas Ketua Pemuda PIS Esca Islami, kepada enciety.co, disela aksi.

Aksi solidaritas tersebut di awali dengan pagelaran musik akustik yang dibawakan oleh beberapa peserta aksi yang berasal dari beberapa Universitas ternama yang ada di Kota Surabaya. “Lewat pagelaran musik akustik jalanan ini, kami ingin menggugah jiwa kebersamaan pemuda Surabaya. Selain itu, ada juga pembacaan puisi dari beberapa teman-teman dari UPN, Unai dan ITS yang ikut,” ungkap Mahasiswa Ilmu Politik, Fisip Unair itu.

Selain itu, dalam aksi sosial tersebut juga dibentangkan kain putih bertuliskan “Aksi Solidaritas Darurat Asap”. Dalam kain putih sepanjang 10 meter itu juga dibubuhi tandatangan dari para warga yang ada disekitar CFD Jalan Raya Darmo Surabaya.

“Selain itu, kami juga membagikan kurang lebih 1000 masker kepada para pengendara sepeda motor dikawasan tersebut. Hal ini kami lakukan, karena ini merupakan bentuk keprihatinan kami kepada polusi udara yang disebabkan oleh asap kendaraan bermotor yang ada di Surabaya,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Ilham Kurnia, salah satu peserta aksi solidaritas asap tersebut juga mengungkapkan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi langkah pemerintah Kota Surabaya dalam mengurangi asap polusi udara di Surabaya.

“Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah Kota Surabaya untuk mengurangi asap polusi yang ada di Kota Surabaya. Dengan menggalakkan program Car Free day dibeberapa titik di Kota Surabaya, kami berkeyakinan bahwa imbasnya sangat besar bagi masyarakat. Seperti yang kita ketahui, bahaya asap polusi dapat mengurangi volume otak manusia,” tutur Mahasiswa Unair angkatan 2012 itu.

Ia mengimbuhkan, seperti artikel yang dia baca pada Kamis, 23 April 2015, di American Heart Association Journal Stroke. “Peneliti dari Amerika memeriksa 943 orang dewasa sehat yang berusia minimal 60 tahun dan tinggal di wilayah New England. Mereka menemukan bahwa peningkatan 2 mikrogram per meter kubik Polusi fine particle atau jenis umum gas yang dihasilkan dari polusi yang berasal dari gas buang mobil, dapat menurunkan 0,32 persen volume otak manusia,” urainya.

Ia berharap, agar masyarakat Kota Surabaya, khususnya dari kalangan pemuda dapat mempertahankan jiwa kepahlawanannya. “Dengan mempertahankan semangat jiwa kepahlawanan, kami ingin para pemuda Kota Surabaya dapat peka terhadap lingkungan sekitarnya,” tandasnya. (wh)