Akibat Abu Raung, Penerbangan Garuda Rute Jember-Surabaya Terlambat

Akibat Abu Raung, Penerbangan Garuda Rute Jember-Surabaya Terlambat
foto: tempo.co

Penerbangan Garuda Indonesia rute Jember-Surabaya di Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember, Jumat (10/7/2015), terlambat dua jam akibat instruksi Kementerian Perhubungan tentang penutupan bandara terkait sebaran debu vulkanik Gunung Raung.

“Saya kaget mendapat informasi penutupan Bandara Notohadinegoro, padahal selama ini penerbangan di bandara Jember berjalan lancar dan tidak terkendala abu vulkanik Gunung Raung,” kata General Manajer PT Garuda Indonesia Tbk Area Jember, Syamsul Adnan, di Jember.

Ia mengaku langsung melakukan pengecekan di bandara yang berada di Desa Wirowongso, Kecamatan AJung, Kabupaten Jember itu untuk melihat apakah ada debu vulkanik di bandara tersebut.

“Kami dan pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Notohadinegoro Jember melakukan pengecekan di landasan pacu dan hasilnya tidak ada abu vulkanik Gunung Raung yang turun di sana,” tuturnya.

Jumlah penumpang yang akan terbang menggunakan pesawat Garuda Indonesia pada Jumat sebanyak 52 orang dan mereka diberitahu terkait dengan keterlambatan (delay) sekitar dua jam akibat instruksi Kemenhub tersebut.

“Tidak ada pembatalan atau penundaan untuk penerbangan Garuda rute Jember-Surabaya karena pesawat jenis ATR 72-600 akan terbang dari Bandara Notohadinegoro Jember pada pukul 12.00 WIB, sehingga hanya keterlambatan sekitar dua jam,” paparnya.

Jadwal penerbangan Garuda di Bandara Notohadinegoro pukul 10.20 WIB, namun untuk hari ini terbang sekitar pukul 12.00 WIB karena Notice to Airmen (Notam) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terkait abu vulkanik Gunung Raung.

Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Notohadinegoro Jember, Edi Purnomo kepada sejumlah wartawan mengatakan penutupan Bandara Notohadinegoro berdasarkan “Notice to Airmen” dari Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

“Pihak bandara bersama operator maskapai Garuda menyampaikan bukti di lapangan bahwa tidak ada abu vulkanik Gunung Raung kepada otoritas penerbangan Juanda, sehingga Bandara Notohadinegoro bisa beroperasi pada pukul 12.00 WIB,” paparnya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginstruksikan penutupan lima bandara terkait sebaran debu vulkanik Gunung Raung di Jawa Timur yang membahayakan kegiatan penerbangan sejak Kamis (9/7) malam.

Kelima bandara tersebut yakni Bandara Internasional Ngurah Rai Bali yang ditutup hingga pukul 06.30 WITA, Bandara Internasional Lombok yang ditutup hingga pukul 05.30 WIB, Bandara Selaparang Lombok yang ditutup hingga pukul 09.00 WITA, Bandara Blimbingsari Banyuwangi yang ditutup hingga pukul 12.00 WIB, dan Bandara Notohdinegoro Jember yang ditutup hingga pukul 08.00 WIB. (ant/wh)