Akhiri Masa Jabatan, Dubes Kerajaan Inggris Terkenang Kunjungi Kampus Naik Becak

Akhiri Masa Jabatan, Dubes Kerajaan Inggris Terkenang Kunjungi Kampus Naik Becak

H.E Moazzam Malik dan Mochamad Ashari.foto:humas its

Berada di ujung masa jabatannya sebagai Duta Besar (Dubes) Kerajaan Inggris untuk Indonesia, H.E Moazzam Malik, menyempatkan diri mengunjungi kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Kamis (13/6/2019). Kunjungan kali keempatnya ke ITS ini disambut Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari M Eng

Moazzam mengungkapkan, telah bertemu dengan Rektor ITS periode sebelumnya yakni Prof Ir Joni Hermana MScES PhD beberapa kali. Ia pun masih mengenang waktu klai pertama bertandang ke ITS, Desember 2014 silam.

“Saya pun berkesempatan ke Surabaya dan melakukan tur kampus dengan naik becak,” kenangnya yang disambut tawa kecil para undangan yang hadir.

Sebentar lagi, Moazzam akan mengakhiri tugasnya sebagai duta besar. Namun, lanjutnya, ini baru kali pertamanya bertemu Prof Mochamad Ashari sebagai orang tertinggi di ITS.

“Saya senang punya kesempatan berharga seperti ini lagi untuk mengunjungi salah satu universitas terbaik di Indonesia ini dengan segala perkembangannya,” tutur pria kelahiran London, 52 tahun silam ini.

Moazzam melanjutkan, Inggris sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan Indonesia. Utamanya untuk mengundang para mahasiswa berkuliah di universitas berkelas dunia di Inggris.

“Yang terbanyak saat ini adalah mahasiswa meraih beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP),” ungkapnya.

Negara Indonesia, tambah lulusan University of Oxford ini, sangat berpotensi untuk dapat terus berkembang. “Namun tentu perlu didorong dengan berbagai inovasi oleh sumber daya manusianya, salah satunya dengan saling bekerja sama,” tandas Moazzam mengingatkan.

Misalnya saja, terang dia, dalam waktu dekat ini para pemimpin di Jawa Timur di antaranya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berencana bertandang ke Inggris. “Karena Surabaya sendiri sudah memiliki sister city di Inggris yakni Liverpool,” ujarnya.

Kerjasama yang terjalin pun akan sangat beragam, mulai dari community services, penelitian, seni budaya, ekonomi, hingga akademik. “Dengan kolaborasi ini diharapkan dapat terjalin banyak kerjasama dari berbagai sektor, utamanya pendidikan,” harap pria yang sudah cukup lancar berbahasa Indonesia ini.

Prof Mochamad Ashari mengaku senang mendapatkan kunjungan kehormatan dari duta besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia ini. ITS sendiri telah memiliki kerja sama yang baik dengan Inggris, meskipun tidak sebanyak dengan negara-negara di Asia Tenggara. ITS, sebut rektor yang kerap disapa Ashari ini, telah mengirimkan beberapa mahasiswa ke Inggris lewat program seperti Erasmus + di beberapa universitas antara lain Cardiff Metropolitan University, Coventry University, University of Oxford, dan lain-lain.

Tahun ini pula, jelas Ashari, ITS mulai membuka sejumlah kelas internasional di mana mulai semester empat mahasiswa akan berkuliah di salah satu partner universitas di luar negeri.

“Diharapkan akan banyak hal positif yang bisa diambil dari berbagai kerjasama yang sedang atau akan digalakkan nantinya,” ucap guru besar Teknik Elektro ini. (wh)