Akhir 2015, HIPMI Surabaya Ingin Cetak 3.000 Entrepreneur

Akhir 2015, HIPMI Surabaya Ingin Cetak 3.000 Entrepreneur
Dari Kiri : Ali Afandi (mantan Ketua Hipmi Jatim), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Dr Eddy M. Susanto (dosen Universitas Ciputra) Ketua Hipmi Surabaya Abdul Ghofur saat menjadi pembicara dalam seminar di Graha Sawunggaling, . foto arya wiraraja/enciety.co.

Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada Desember 2015, DPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Surabaya ingin mensinergiskan program kerjanya dengan program kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Komitmen jangka panjang yang di bangun oleh HIPMI Surabaya adalah mencetak 3.000 entrepreneur yang siap besaing dalam MEA 2015.

“Kami akan menyiapkan mereka untuk menghadapi MEA 2015 secara mental dan strategi bisnis,” terang Ketua DPC Hipmi Surabaya Abdul Ghofur saat seminar HIPMI menyongsong MEA 2015, di Gedung Sawunggaling Surabaya, Jumat (26/6/2015).

Ghofur menuturkan, dalam jangka waktu yang tidak lama masyarakat Surabaya harus dihadapkan dalam situasi persaingan pasar bebas. Dalam rangka menyiapkan diri untuk menghadapi hal tersebut di butuhkan kesadaran dari seluruh pelaku entrepreneur.

“Harapan kami minimal para pelaku bisnis dapat berkomunikasi dan berkomitmen untuk bersinergis bersama-sama untuk menyiapkan diri,” ungkap dia.

Untuk menyiapkan hal tersebut, ia mengatakan ada beberapa program yang telah dirancang oleh HIPMI Surabaya. Diantaranya adalah Ngopi Bisnis dan HIPMI perguruan tinggi.

“Dalam program periodik Ngopi Bisnis, HIPMI Surabaya mengajak para enterpreneur  untuk bertukar pikiran dalam permasalahannya di dunia bisnis,” terangnya.

Ghofur menambahkan, dalam program yang kedua HIPMI Surabaya mencari bibit-bibit mudaentrepreneur di lingkungan kampus se Kota Surabaya.

Dia juga menjelaskan, dalam program ini ada dua langkah HIPMI untuk menciptakan kader-kader entrepreneur baru. Pertama, fase inkubator atau mentoring. Dalam fase ini pihaknya terus membina dan memonitoring kader-kader tersebut.

Fase berikutnya adalah kader-kader tersebut di persiapkan untuk mencari dana sponsor dan memulai sebuah usaha dengan skala yang lebih besar.

“Program ini adalah betuk kerjasama kami dengan beberapa perguruan tinggi di Surabaya. Sementara ini kami telah mengukuhkan tiga Hipmi perguruan tinggi, yaitu kampus Institut Sepuluh November (ITS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Universitas Airlangga (UNAIR),” paparnya..