Akankah Amerika Alami Government Shutdown Lagi?

Akankah Amerika Alami Government Shutdown Lagi?

Hanya berselang setahun setelah AS mengalami government shutdown, saat ini parlemen dan White House sedang berjuang untuk menghindari hal yang sama di AS. Partai Republik dan Demokrat hingga saat ini belum sepakat atas Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan menyediakan pendanaan bagi pemerintahan Obama hingga September 2015.

Seperti diketahui, AS mengalami government shutdown pada 1 Oktober hingga 16 Oktober 2013 lalu sehingga membuat aktivitas pemerintahan Obama sempat terhenti karena tidak adanya pendanaan.

Sekelompok petinggi dari kedua partai telah menyusun RUU bernilai $1,1 triliun yang dapat hindari government shutdown namun munculnya penolakan dari pihak konservatif di Republik dan liberal Demokrat membuat voting atas RUU tersebut harus ditunda. Meski tidak puas, namun White House mendukung RUU tersebut meski ditentang oleh pimpinan Demokrat di House, Nancy Pelosi. Untuk memastikan adanya suara yang cukup untuk mendukung RUU tersebut, pemerintahan Obama mengerahkan Chief of Staff Denis McDonought untuk melobi anggota partai Demokrat.

Lobi masih terus dilakukan meski ancaman government shutdown terus membayangi perekonomian Paman Sam saat ini. Jika dukungan juga belum cukup, parlemen AS telah menyiapkan RUU lainnya yang akan memastikan terhindarnya government shutdown untuk beberapa hari. RUU tersebut hanya bersifat memberikan waktu tambahan agar lobi dapat terus dilanjutkan demi memastikan lolosnya RUU yang akan menyediakan pendanaan bagi pemerintahan Obama untuk waktu yang lebih lama. (bbi/age)

Berikut ini prediksi pergerakan harga forex, komoditi dan indeks saham, Jumat (12/12/2014):

EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break kembali di bawah area 1.2350, yang akan memicu momentum bearish lanjutan menuju area 1.2300. Resisten terdekat berada di sekitar 1.2420, dimana break konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area resistensi 1.2470.

GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek kendati masih diperlukan break di bawah area 1.5655 untuk memicu tekanan bearish lanjutan menuju setidaknya area 1.5610 sebelum menguji ulang area 1.5575. Sebaliknya, hanya clear break di atas area 1.5730 yang akan memicu skenario koreksi bullish lebih lanjut menuju area 1.5785 sebelum melanjutkan skenario bearish utama.

USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break di atas area 119.45, yang akan memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area resistensi 119.90. Support terdekat berada di sekitar 118.80, dimana break konsisten di bawah area itu akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan potensi menguji ulang area 118.20 sebelum rebound.

USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek meskipun masih dibutuhkan break di atas area 0.9730 untuk memicu tekanan bullish lanjutan menguji ulang area 0.9780. Support terdekat berada di sekitar 0.9660, dimana break konsisten di bawah area itu akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 0.9640.

AUD/USD. Bias intraday bearish di jangka pendek, namun masih dibutuhkan penembusan di bawah area 0.8235 untuk menambah momentum bearish mengincar area 0.8180. Resisten terdekat tampak di area 0.8320, berbalik secara konsisten di atas area itu bisa membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji area 0.8380.

XAU/USD. Bias bullish dalam jangka pendek kendati masih dibutuhkan break kembali di atas 1235 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju setidaknya 1240, sebelum mengincar 1249. Sebaliknya, hanya penembusan konsisten di bawah 1221 yang akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang 1215.

Hang Seng Futures. Bias netral dalam jangka pendek dengan range perdagangan potensial berkisar antara 23190-23420. Break kembali di bawah area 23190 akan mengembalikan tekanan bearish pada harga untuk mengincar area 22965. Sedangkan clear break di atas area 23420 bisa memicu dorongan bullish menguji ulang area 23530, sebelum menuju area 23670.

Nikkei Futures. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break di atas area 17580, yang akan memicu momentum bullish lebih lanjut menguji ulang area 17655 sebelum mengincar area 17770. Support terdekat berada di area 17425, dimana break kembali di bawah area itu akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan potensi menguji area 17295.

Kospi Futures. Kedua indikator RSI dan stochastic ada grafik 4 jam menunjukkan potensi koreksi bullish dalam jangka pendek menuju kembali ke area 247.25 sebelum menguji area 251.40. Hanya break ke atas area ini yang dapat mengubah bias menjadi bullish menuju area 254.70. Untuk pergerakan turun, support terdekat ada pada area 243.75 diikuti oleh area 240.55. (mr I care)


Disclaimer: Semua informasi yang terdapat disini bersifat khusus dan informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita dan analisa terbaik, namun demikian tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan dari semua informasi atau analisa yang tersedia.