Akademisi dan Konjen Asing Bela KBS

Akademisi dan Konjen Asing Bela KBS

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pasang badan membela Kebun Binatang Surabaya (KBS). Bahkan, ia siap menggandeng akademisi untuk menunjukkan bahwa KBS telah lulus dalam serangkaian proses audit dan standardisasi penanganan satwa.

“Auditnya sudah selesai, kami dibantu Universitas Airlangga. Nanti kami akan undang pihak luar supaya tahu hasilnya,” tuturnya Sabtu (28/12/2013).

Risma pun mengaku mendapat simpati dari berbagai konsulat jenderal (konjen) asing di Surabaya menghadapi tekanan isu tersebut. Ia menyebut Konjen AS, Jepang, dan China siap membantu.

Wali kota perempuan pertama Surabaya itu menegaskan, perbaikan terus dilakukan PD Taman Satwa KBS selaku pengurus baru. Setelah peralihan kepemilikan kepada Pemkot pada 15 Juli lalu, ia berani mengatakan bahwa manajemen KBS kini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Biar dituding sebagai kebun binatang neraka, saya nggak peduli orang ngomong apa. Wong niat kita tidak membunuh, kok,” celetuknya. Ia lantas menyatakan tak gentar menghadapi serangan media asing tersebut. “Saya tahu siapa pihak yang bermain di balik isu ini,” cetusnya.

Direktur Keuangan dan SDM KBS Fuad Hassan menjelaskan, meski lebih sering mendapat sorotan ketika koleksi hewannya mati, jumlah satwa di kebun binatang tertua itu surplus.

“Ada beberapa jenis hewan yang perkembangbiakannya bagus. Seperti pelikan, bekantan, komodo, dan jalak Bali. Sudah sering kebun binatang lain yang minta koleksi kami. Sayangnya, karena izin Lembaga Konservasi kita belum diberikan oleh Kementerian Kehutanan,” papar Fuad.

Hingga sekarang, KBS memiliki koleksi 250 spesies dengan total 3.500-an ekor binatang.

Kamis lalu (26/12/2013), sebuah situs berita Inggris, MailOnline, ramai menebarkan kabar mengenai KBS. Si wartawan, Richard Shears, menyebut KBS sebagai Zoo of Death atau kebun binatang terkejam di dunia. Ia melaporkan investigasinya mengenai perawatan tidak layak petugas KBS terhadap satwa di sana.

Sejumlah foto memperlihatkan unta yang kurus dan terluka, gajah yang dirantai, harimau sumatera yang mengalami pembusukan pencernaan. Pemandangan lain tak kalah mengenaskan adalah seekor orangutan terlihat mengunyah bulpen yang dilemparkan seorang pengunjung.(wh)