Ajak UMK Melek Keuangan, Gandeng Bursa Efek Indonesia

Ajak UMK Melek Keuangan, Gandeng Bursa Efek Indonesia
Anggota Pahlawan Ekonomi Surabaya memarkan produk di Taman Surya (Balai Kota) Surabaya, beberapa waktu lalu. Foto: dok pahlawan ekonomi surabaya

Langkah strategis dilakukan Pahlawan Ekonomi (PE) Surabaya. Guna meningkatkan derajat keuntungan usaha mikro kecil (UMK) di Surabaya, PE menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk tahap awal, ada 150 UMK PE Surabaya mengikuti pelatihan dasar terkait wawasan keuangan untuk pembiayaan atau investasi. Pelatihan tersebut dilakukan empat kali tiap pekan, dimulai 26 April lalu hingga 17 Mei 2015 mendatang di Kaza City, Surabaya.

Ke-150 UMK tersebut merupakan kelompok utama, dimana mereka yang sudah bisa berproduksi secara mandiri. Selain itu, produk yang dihasilkan sudah dijual minimal di level kota

“Kami ingin mengajak UMK yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi tidak hanya bisa menjual produk, tapi juga lebih melek keuangan,” ujar Agus Wahyudi, public relation PE Surabaya, Jumat (8/5/2015).

Dia lalu menjelaskan, kegiatan ini sesuai dengan keinginan PE yang mengusung spirit Go Global, Go Online. Yakni, upaya PE untuk mendorong 4 P (product, price, place, promotion) serta memperkenalkan pada instrumen keuangan yang ada.

Dalam pelatihan itu, para pekaju UMK diperkenalkan tentang semua instrumen investasi. Yang paling memungkinkan jika pelaku UMK memiliki ‘uang dingin’ yang biasanya ditabung atau didepositokan. Dengan bekal pengetahuan penggunaan keuangan mereka bisa menginvestasikan lewat saham atau obligasi. Sementara ‘uang hangat’ UMK masih bisa digunakan keperluan produksi dan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

“Dengan menggunakan instrumen investasi, keuntungan yang diraih UMK bakal lebih cepat. Peluang untuk memperbesar usaha pun menjadi lebih besar,” jelas dia.

Sejak dirilis pada 2011, PE memfokuskan pada upaya pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis komunitas perempuan atau keluarga. Program ini untuk mendorong pengembangan kualitas ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku UMK.

PE juga masih sesuai dengan desain awal, menjadi “mesin kedua” yang menghasilkan pemasukan tambahan bagi keluarga untuk kesejahteraan yang lebih baik. Artinya, mereka yang terlibat menjadi anggota PE adalah para perempuan yang memiliki usaha tanpa meninggalkan rumah dan sebagian besar sudah melibatkan masyarakat sekitarnya. (wh)