Agustusan, Bisnis Umbul-Umbul Meningkat 50 Persen

Bisnis Umbul-Umbul Meningkat 50 Persen
DAPAT BERKAH: Abdul Chamid Sahli, pedagang umbul-umbul di Jalan Raya Wonokromo, Surabaya. avit hidayat/enciety.co

Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus mendatang, sejumlah pedagang umbul-umbul banjir rejeki. Tak tanggung-tanggung kenaikan omset mencapai 50 persen.

Seperti diakui Abdul Chamid Sahli (49), satu seorang pedagang umbul-umbul di sepanjang Jalan Raya Wonokromo Surabaya. Kata dia, tahun ini penjualannya meningkat dibanding bulan Agustus tahun lalu. “Tiga tahun terakhir penjualan bendera dan umbul-umbul laris. Tapi tahun ini akan lebih meningkat lagi,” katanya.

Pria yang juga menjadi wirausaha mebel tersebut mengakui kenaikan omset terjadi lantaran banyaknya jumlah pembeli dari kalangan masyarakat dari dalam maupun luar kota. “Biasanya warga langsung berbondong-bondong mengumpulkan uang satu RT (rukun tetangga) untuk membeli bendera,” ujarnya.

Bahkan, di momen Agustusan ini penjual di beberapa daerah seperti Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan jauh-jauh datang ke tempatnya untuk membeli bendera dan umbul-umbul. “Mereka biasanya ambil dulu. Bayarnya setelah laku dijual,” bebernya.

Selain itu, sejumlah kantor-kantor pemerintahan juga tidak ketinggalan untuk memperbaru bendera. “Dalam sehari pembeli bisa mencapai 10 hingga 20 orang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ana (45), pedagang lainnya. Ia juga mengakui momen Agustusan membawa rejeki tersendiri bagi dirinya dan pedagang bendera musiman lain. Diakuinya, dalam sehari ia bisa mendapatkan Rp 1-2 juta. “Keuntungan total berkisar Rp 60-70 juta,” akunya.

Ana menambahkan, di momen seperti ini para pembeli lebih tertarik untuk membeli pernak-pernik seperti bendera, umbul-umbul, dan tiang bendera. Selain itu, jelang tahun ajaran baru, pembeli juga membeli beberapa peralatan sekolah seperti bangku belajar, meja belajar, dan papan belajar.

“Apalagi sekarang jelang tahun ajaran baru. Banyak para orang tua yang membeli bangku belajar untuk anaknya yang baru menginjak ke bangku sekolah,” tutupnya. (wh)