Agit Incar Perusahaan Manufactur dan Distribusi Surabaya

 

Agit Incar Perusahaan Manufactur dan Distribusi Surabaya

PT Astra Graphia Information Technology (Agit) pertengahan tahun ini mulai fokus menggarap pasar Surabaya. Perusahaan provider solusi bisnis berbasis IT ini mengincar potensi segmen korporasi sektor manufakturing dan distribusi di Surabaya yang sedang tumbuh pesat.

Menurut Widi Tribowo Direktur Agit selama ini penanganan IT masih berpusat di Jakarta, meski banyak klien perusahaan yang menjangkau hingga kawasan Jatim, Surabaya.

“Kehadiran Agit di Surabaya diharapkan bisa lebih mendekatkan kepada konsumen untuk menawarkan solusi cepat dan akurat dalam setiap kebutuhan IT yang terintegrasi melalui mobility agar lebih efektif dan esfisien sehingga lebih kompetitif,” katanya dalam media luncheon Agit Geo X-2 Surabaya di Hotel Sheraton Surabaya, Rabu (25/6/2014).

Untuk pasar Surabaya, lanjut Widi secara khusus Agit menawarkan digiforce yang merupakan produk unggulan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dari para karyawan yang bekerja di luar kantor seperti sales dan marketing, teknisi dan support, surveyoy, debt collector.

Dijelaskan Widi sejak tahun 2011 Agit telah mematenkan digiSuite sebuah software produk anak negeri yang terbagi dalam lima kategori yakni digiforce, digisquare, digineta, digicampus dan digicapita.

“Kami berpartner dengan perusahaan IT seperti SAP, Oracle, IBM, Microsoft, HP, Cisco, Dell, Lenovo dalam menawarkan solusi IT yang komprehensif dan end to end kepada seluruh pelanggan,” kata Widi yang enggan menyebut berapa target perusahaan di Surabaya.

Selama ini Agit sudah banyak menangani sistem IT untuk klien yang bergerak mulai bidang otomotif, distribusi, telekomunikasi, perbankan, asuransi, goverment, public service seperti BUMN, minning, minyak dan gas, ritel dan pendidikan.

“Dari sekitar 1.000 klien, hampir 70-80 persen bergerak di sektor telekomunikasi, disusul minyak-gas, dan government. Untuk Surabaya pertumbuhan sektor manufacturing dan distribusi sangat besar,” katanya.

Lebih jauh dijelaskan pertumbuhan aplikasi IT pada perusahaan berbagai sektor mulai infrastruktur, jasa, manufakturing dan masih banyak lagi berkisar 15 persen per tahun secara nasional. “Potensi mobility sangat besar dengan pertumbuhan sekitar 15 persen, di mana Astra memberi kontribusi hingga 30-40 persen,” katanya. (wh)