AGI Minta Impor Gula Dihentikan

 

AGI Minta Impor Gula Dihentikan

Asosiasi Gula Indonesia (AGI) minta  pemerintah tidak lagi mengimpor gula.  Direktur Eksekutif AGI, Tito Pranoloh mengatakan ada stok gula di pabrik gula ada 800 ton yang belum ditransaksikan. Untuk stok persebut terdiri dari 500 ton dari pedagang dan 300 ton milik Pabrik Gula.

“Kalau sampai Juni nanti belum ditransaksikan, berarti tidak perlu untuk impor,” ujar Tito di Jakarta, Selasa (13/5/2014).

Menurut dia, harga terbentuk oleh mekanisme pasar, dalam artian bila stok banyak maka harga tidak naik. “Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya perembesan rafinasi, semua petani maupun produsen harus mendapat perlindungan yang sama,” jelasnya.

Dia mengaku gairah petani menanam tebu harus dijaga. Untuk itu, pemerintahan yang akan datang harus memberikan perhatian tidak hanya pada beras tetapi juga gula.

“Di gula belum ada, di gula kebijakannya tergantung di Perdagangan, nah pemerintah harus punya kebijakan nasional seperti beras. Harus mulai tata niaga, industri diperbaiki dalam jangka waktu tertentu dalam 5-8 tahun,” katanya.

Sementara itu, AGI menilai program swasembada dari pemerintah dengan penambahan area perkebunan tebu seluas 350.000 hektare. Namun tidak diketahui yang menyediakan lahannya.

“Untuk menekan impor, sudah pernah kita sampaikan bahwa tidak perlu impor karena stok kita banyak. Pada saat impor dilakukan stok di pabrik gula ada 800 ribu ton,” tuturnya. (inl/ram)