Agen Migas Jatim Keluhkan Kenaikan Harga Elpiji

Agen Migas Jatim Keluhkan Kenaikan Harga Elpiji

Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Migas Jatim mengaku keberatan dengan keputusan Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kg. Ketua DPD Hiswana Jatim Hari Kristanto mengatakan, kebijakan Pertamina menaikkan  harga LPG 12 kg memberatkan pengusaha agen migas. Sekitar tujuh ribu pengusaha atau agen migas dan SPBE turut merasakan dampak kenaikan.

“Untuk agen migas (kenaikan ini) agak berat, karena kami cuma dapat margin Rp 530. Laba yang kami peroleh tak sampai 10 persen. Kira-kira hanya 8 persen,” urai Hari.

Persentase laba tersebut belum termasuk ongkos angkut dan distribusi oleh supir. Kenaikan harga LPG 12 kg keempat kalinya di tahun 2013 ini, lanjutnya, dinilai sudah tidak wajar dan akan memberatkan para pengusaha yang menggunakan LPG 12 kg dalam menjalankan kegiatan usaha.

Ia pun menambahkan, pengusaha restoran kelas menengah beromset di bawah Rp 5 juta per bulan pasti akan merasakan dampaknya.

Hari lantas memperingatkan  ancaman migrasi konsumen LPG 12 kg ke 3 kg. Sejak ada pembagian LPG bersubsidi dan non-subsidi, gap harga memberikan peluang oknum-oknum tertentu memanfaatkan situasi. Terlebih lagi, beberapa pemerintah kabupaten dan kota yang belum menentukan batas harga jual.

Sejak 1 Desember 2013 lalu, Pertamina membebankan biaya pendistribusian gas elpiji 12 kg kepada konsumen. Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kg menjadi Rp 88.600-Rp 92.200 per tabung. Meskipun begitu, Pertamina mengaku tetap merugi. Sebab biaya distribusi tersebut hanya sebagian kecil dari kerugian Rp 6 triliun yang ditanggungnya.(wh)