Agar Tembus Pasar Global, Pelaku UKM harus Go Online

Agar Tembus Pasar Global, Pelaku UKM harus Go Online
Aminah (pendiri UKM Bina Makmur), Trilaksasi (pendiri UKM Dian Collection) dan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, , pada Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (23/10/2015). Arya wiraraja/enciety.co

Hampir 60 persen perekonomian di Jawa Timur saat ini ditopang ribuan pelaku usaha kecil menengah (UKM). Namun UKM yang ada saat ini pastinya harus bisa naik kelas. Yang awalnya mereka berjualan di depan rumah, kemudian usahanya diminati sekitar tempat tinggalnya. Setelah meningkat dan memanfaatkan kemajuan teknologi, usahanya naik kelas lagi dengan wilayah pemasaran antardaerah.

Hal ini disampaikan Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Bussines Consult, pada Perspective Dialogue, di Radio Suara Surabaya, Jumat (23/10/2015).

“Dengan menggunakan media online dan media sosial, banyak kemudahan pemasaran yang didapatkan oleh para pelaku UKM. Di samping mereka tidak membutuhkan biaya untuk membuka toko dan biaya pemasaran. Selain itu, jangkauan pemasaran yang mereka dapatkan juga lebih luas,” urai Kresnayana, yang juga dosen Statistika ITS Surabaya itu.

Untuk naik kelas, terang dia, tentu para pelaku UKM dituntut dapat meningkatkan mutu produk yang mereka hasilkan dan sumber daya manusia (SDM) pribadi mereka.

Kresnayana lalu menjelaskan, jika mutu produk dan SDM pelaku UKM telah berkembang, maka ketika mereka memasarkan produk via media online dan media sosial dapat menuai hasilnya hingga produk yang ditawarkan diminati hingga ke mancanegara.

“Saat ini, Surabaya telah memiliki beberapa pelaku UKM yang produknya telah di ekspor. Kebanyakan mereka berhasil menembus pasar global melalui bantuan media online dan media sosial yang saat ini sering disebut Go Online,” ungkapnya.

Kresnayana menambahkan jika para pelaku UKM di Surabaya telah membuktikan manfaat perkembangan teknologi dan semakin luasnya akses yang ditawarkan oleh dunia digital dapat memudahkan pelaku UKM untuk mengembangkan usahanya.

Di tempat yang sama, Aminah, pendiri UKM Bina Makmur, mengakui dapat mengembangkan usaha yang menghasilkan produk semanggi makanan khas Surabaya itu lewat media online dan media sosial. “Banyak efek positif yang saya dapatkan, usaha semanggi yang saya geluti sekarang semakin berkembang. Ketika saya memasukkan usaha saya di bukalapak.com, banyak pesanan dari luar kota, contohnya di Kalimantan dan Sumatera,” urainya.

Aminah melanjutkan, dirinya tidak khawatir terkait ketahanan produk makanannya itu. “Saat ini, kami telah menggunakan teknik mengeringan yang dilakukan secara alami, sehingga kami jamin semanggi produksi kami dapat bertahan empat hari, sehingga dapat dikirim keluar daerah Surabaya,” ulasnya.

Lewat usaha yang dia geluti beberapa tahun terakhir itu, Aminah kini bisa membeli mobil BMW keluaran tahun 2012. “Alhamdulillah, berkat kerja keras selama ini, kami berhasil membeli mobil. Ketika membeli mobil, kami mempertimbangkan kegunaannya sebagai alat akomodasi pengiriman dan bukan hanya sekedar gaya-gayaan saja,” tandasnya.

Hal yang sama diutarakan Sukma Trilaksasi. Ibu tiga anak ini mendirikan UKM Dian Collection pada tahun 2010, itu mengungkapkan awal merintis usaha kreatif dengan memodifikasi boneka-boneka yang dijual di pasaran dengan gaya western.

“Saya memodifikasi boneka tersebut dengan menggunakan baju-baju adat dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya, ada boneka yang memakai baju adat Madura dengan motif merah putih, ada juga boneka yang menggunakan baju Kalimantan, Papua dan lain sebagainya,” ungkap Sukma

Saat ini, dengan menggunakan media online dan media sosial memudahkannya dalam proses transaksi jual beli. “Banyak pesanan dari luar kota dan bahkan dari luar negeri. Kebanyakan pesanan yang datang itu jumlah juga sangat banyak, jumlahnya lebih dari 300 biji,” ujarnya.

Sukma mengaku, saat ini ia sedang mengikuti program ekspor yang diadakan Kementerian Perdagangan RI. “Saat ini, saya sering ikut pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Kementerian Perdagangan RI. Tiga minggu lalu, saya ikut pameran dan pelatihan diberbagai daerah di Indonesia,” terang Sukma. (wh)