Advan Ciptakan Brand Image Baru

Advan Ciptakan Brand Image Baru

Produsen smartphone dalam negeri, Advan mulai mengubah brand image yang selama ini sudah diciptakan dengan meluncurkan Star Series. Tidak tanggung-tanggung, Advan menyiapkan enam varian di Star Series ini, mulai dari ukuran 4 inchi, 4.5, 5, 5.5, 6, dan 7.

Dari keenam produk tersebut Advan Star Five (star 5) yang dijadikan masterpiece, dengan target penjualan 20.000 unit secara nasional. Star 5 dikedepankan karena memiliki spesifikasi yang lebih baik serta handy dibanding Star Series lainnya.

Product Manager Advan Series, Ulez Hulaesuddin kepada wartawan disela-sela launching Star Series di Surabaya mengungkapkan, Star Series ini menandai brand image baru. “Selama ini Advan memiliki produk yang diberi label huruf. Sekarang kita menciptakan brand baru dengan meluncurkan produk yang lebih gamnpang dikenal dan diingat,” katanya dijumpai di Surabaya, Jumat (10/10/20114).

Ulez menargetkan enam produk Star Series ini bisa terjual sebanyak 20 ribu secara nasional. Sedangkan untuk wilayah Jawa Timur diharapkan bisa terjual 12 persen dari total penjualan nasional. “Kami optimistis,” tegasnya.

Star Series ini, diakui dia, lebih firendly dan marketable didukung dengan spesifikasi. Untuk Star 5 sendiri telah disokong air gesture, gesture recognition, voice camera, smile detection, dan double knock to wake. Spesifikasi ini diakui tidak dimiliki oleh smartphone seri sebelumnya maupun kompetitor.

Advan meluncurkan Star Series ini bukan menebeng pada spesifikasi. Advan Kali ini lebih mengedepankan experience pengguna smartphone dibanding menjual spesifikasi. “Kalau menjual spesifikasi, semua smartphone sudah melakukan. Kami membutuhkan terobosan baru untuk menciptakan brand image baru,” tambahnya.

Regional Manager Jatim, Bali dan Nusra, Josafat Bambang yang dijumpai bersamaan menjelaskan, saat ini penjualan semua smartphone mengalami pelambatan bahkan satgnan pada September kemarin.

“Kami masih mengalami pertumbuhan month to date pada periode Agustus ke September, tercapai sekitar 10 persen atau s ekitar 5.000 unit di Surabaya saja. Pertumbuhannya memang sedikit melambat, karena siklus tahunan setiap bulan September,” terangnya. (wh)