Adira Optimistis Penjualan Mobil Naik 14 Persen

Adira Optimistis Penjualan Mobil Naik 14 Persen

 

Adira, lembaga pembiayaan non perbankan (leasing), optimistis dengan potensi penjualan mobil tahun ini yang diprediksi naik 14 persen dibanding tahun lalu.

General Manager Adira M.Syahrir mengungkapkan, pertumbuhan berdasar analisa penjualan kendaraan bermotor tahun lalu mengalami pergeseran. Dimana penjualan motor mengalami penurunan tipis dibanding penjualan kendaraan roda empat.

“Tahun lalu, penjualan motor masih 63 persen dari total pembiayaan. Tahun 2012 komposisi pembiayaan penjualan motor mencapai 73 persen, sedangkan tahun 2013 lalu menurun sekitar 10 persen. Sebaliknya pembiayaan mobil mengalami penguatan,” ungkap Syahrir, saat dijumpai di The Light Cafe Surabaya Town Square, Kamis (27/3/2014).

Mobil Low Cost Green Car (LCGC/ mobil murah ramah lingkungan) tahun ini mulai dipasarkan dan diprediksi akan membludak. Sementara untuk pembiayaan mobil sendiri, mobil turut memberi andil di Jatim dengan komposisi sekitar 60 persen.

“Sepanjang tiga bulan mengawali tahun 2014, sudah terlihat pergerakan pembelian mobil. Tiga bulan ini saja, nyaris berimbang, sekitar 45 persen penjualan mobil berbanding 55 persen untuk penjualan motor. Sementara pembiayaan pmbelian mobil didominasi second,” urainya.

Sepanjang tahun 2013 kemarin pendapatan yang bisa didapat perusahaan publik itu tercapai Rp 3,9 triliun. Dengan prediksi naiknya penjualan kendaraan bermotor baik mobil maupun motor, Adira memprediksi kenaikan mencapai Rp 4,8 triliun untuk wilayah Jatim saja.

Sementara untuk total pembiayaan kredit oleh Adira tahun lalu tercapai Rp 5,3 triliun. Alokasi biaya itu untuk melayani sekitar 600 ribu nasabah di Jawa Timur.

Adira juga sukses menekan NPL sekitar 1,4 persen. Kredit macet itu diakui banyak disebabkan oleh pihak ketiga dan bukan dilakukan nasabah. “Sejauh ini muncul stigma, NPL dikarenakan nasabah. Sebetulnya banyak dilakukan pihak ketiga dan angkanya juga kecil,” lanjutnya.

Leasing pembiayaan kendaraan bermotor sempat goyah akibat adanya aturan dari Bank Indonesia, tentang batas minimum down payment (DP) atau uang muka. Dimana BI menetapkan batasan minimal 30 persen dari total harga kendaraan.

“Tidak ada masalah. Banyak nasabah Adira yang tidak takut adanya kenaikan sekitar lima persen. Sebab tahun lalu batasan minimum DP 25 persen dari total harga,” tegasnya. (wh)