Achmad Zaky: Industri E-Commerce di Indonesia Miliki Masa Depan Cerah

bukalapak

Industri e commerce di Indonesia masih cukup  terbuka dan miliki masa depan cerah.  Penegasan ini disampaikan Achmad Zaky,  CEO Bukalapak.com  saat menjadi pembicara dalam Munassus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Hotel JW Marriot, Sabtu (7/11/2015).

Kata Zaky,  optimisme ini bukan tanpa dasar. Setidaknya ada beberapa faktor  utama yang mendukung perkembangan industri  e coomerce di Indonesia.  Faktor tersebut, kata Zacky, antara lain penetrasi internet di Indonesia akan mencapai 250 juta pengguna, setara dengan di Amerika Serikat sekarang.

Faktor lainnya, Indonesia akan termasuk dalam 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia yang 60 persennya berasal dari level UKM. “Mayoritas penduduk Indonesia, saat ini, dan akan menjadi lebih dominan beberapa tahun ke depan, akan terkoneksi dengan smartphone,” katanya.

Hanya saja, semua potensi tersebut harusnya lah diimbangi dengan perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan internet. Saat ini, Zaky menyebut  penggunaan internet di Indonesia masih kurang efisien.  “Kita ini negara dengan populasi terbanyak keempat di dunia, dengan 71 juta jumlah pengguna internet, tertinggi di ASEAN. Tapi penggunaannya kurang efisien,” ujarnya.

Kurang efisien yang dimaksud oleh Zaky adalah penggunaan internet untuk membuka situs “aneh-aneh” atau untuk facebook-an. “Pakai sosmed (media sosial) cuma pas pilpres aja. Buat mem-bully atau mencela temannya,” kata Zacky yang kini telah berhasil merangkul 500 ribu pebisnis UKM dengan bukalapak.com.

Zacky membandingkan pengguna internet Indonesia dengan pengguna internet di China. Media sosial, di China, digunakan oleh masyarakat untuk e-commerce. “Di sana, pengguna media sosial itu 20 ribu lebih besar dari kami yang fokus di e-commerce. Karena itu kami dorong Pemerintah Indonesia untuk go internet, agar masyarakat pengguna mengakses internet dengan lebih efisien,” ujar alumnus ITB ini. (*)