Abraham Samad Dukung Hukum Mati Pejabat Korup

Abraham Samad Dukung Hukum Mati Pejabat KorupKetua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengaku setuju atas usulan Ketua Mahkamah Konstitusi RI periode 2002-2008 Jimly Asshiddiqie untuk menghukum mati pejabat tinggi yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Abraham menilai, para pejabat tinggi melakukan tindak pidana korupsi karena keserakahan bukan karena kebutuhan sehingga tata cara penanganannya harus berbeda.

“Kalau pejabat tinggi terbukti korupsi, saya setuju statement pak Jimly, hukum mati saja,” ujar Abraham dalam seminar Pekan Politik Kebangsaan di Jakarta, Kamis (12/12/2013).

Abraham memberikan contoh beberapa kepala daerah di wilayah tambang hidup dengan kemewahan, sementara rakyat di wilayah tersebut hidup dalam garis kemiskinan bahkan infrastruktur di daerah tersebut sangat buruk.

“Mereka ini serupa pembunuh berdarah dingin. Mereka senyum-senyum sambil foya-foya sementara rakyatnya menderita,” ujar Abraham.

Abraham berpendapat bahwa sewajarnya daerah yang kaya akan mineral dan energi, seharusnya pendapatannya dapat dioptimalisasi demi kesejahteraan penduduknya.

Pengusaha tambang seharusnya membayar royalti tambang kepada negara yang nilainya dapat mencapai triliunan rupiah, namun ternyata para pengusaha tersebut justru memberi suap kepada aparatur negara supaya ijin penambangan mereka dapat diperpanjang.

“Kemana hasil dari daerah yang kaya ini, kok yang diuntungkan hanya sekelompok orang saja yaitu para pengusaha hitam dan aparatur negara bermental korup,” tandas Abraham.(ant/bh)