Abaikan Gejolak Politik, Kadin Jatim Tingkatkan Kerjasama dengan Hongkong

 

Abaikan Gejolak Politik, Kadin Jatim Tingkatkan Kerjasama dengan Hongkong

Pertumbuhan perekonomian Jatim yang mencapai 6,9 persen terus berupaya untuk meningkatkan produksi. Untuk itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim terus meningkatkan kerjasama dengan Pemerintah Hongkong.

Walaupun kondisi politik Hongkong saat ini belum stabil kondisi perekonomian negara ini tidak berdampak dengan keadaan negara itu. Justru kerjasama antar pengusaha Hongkong dan Jatim saat ini terus di tinfkatkan.

Assisten Executive Director Hongkong Trade Development Council ( HKTDC) Sophia Chong mengatakan, kerjasama sama antar pengusaha Hongkong dan Indonesia termasuk Jatim masih terjalain dengan baik.

“Kerjasama antar pengusaha dua negara telah lama dilakukan hingga saat ini. Walupun dengan kondisi politik Hongkong kurang baik namun, perkebangan ekonominya tetap membaik. Artinya, politik tidak pengaruh dengan kerjasama bisnis antar dua negara ini,” terang Sophia Chong disela acara  Seminar Bisnis “Fast Track TO Expand Your Business To China And International Markets Hongkong” bersama Kadin Jatim di Hotel JW Marriot Surabaya Rabu (8/10)

Sophia Chong berharap , HKTDC gandeng KADIN Jatim mampu  untuk meningkatkan hubungan perdagangan antara Jatim dan Hong Kong sebagai hubungan  jaringan pemasaran internasional

Sementara Ketua Komite Tetap Pengembangan Usaha Elektronika Bidang Industri Kreatif Kadin Jatim Tritan Saputra menjelaskan,neraca perdagangan antara Jatim dan Hong Kong selama kurun waktu 2009-2013 menunjukkan surplus terbesar terjadi pada tahun 2011 (US$ 114,76 juta) dan terendah pada tahun 2009 (US$ 20,81 juta).

Selama periode tahun 2009-2013 perkembangan ekspor Jatim ke Hong Kong cenderung melamban rata-rata sebesar 1.20% per tahun dengan share terhadap total ekspor Jawa Timur selama periode diatas adalah sebesar 1,13% per tahun. Sementara untukperkembangan nilai impor non migas Jawa Timur dari Hong Kong selama kurun waktu tersebut cenderung fluktuatif, dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 9,52% per tahun. Sedangkan perkembangan nilai impor non migas Jawa Timur dari Hong Kong selama kurun waktu tersebut cenderung fluktuatif, dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 9,52% per tahun.

“ Kerjasama denganm HKTDC dengan Kadin Jatim ini sebagai upaya peningkatan kapasitas dan kapabilitas pengusaha Jatim dalam akses pasar internasional,” ungkap Tritan.

Tritan menyebutkan, adanya para pengusaha Jatim  untuk penetrasi lebih baik ke pasar internasional melalui HKTDC merupakan Kamar Dagang dan Industri Hongkong. Dia menyebutkan pula saat ini da  10 kelompok komoditi utama ekspor Jatim ke Hong Kong yang diminati yakni, Makanan dan Minuman, Kulit, Barang Kulit dan Sepatu/Alas Kaki, Barang-barang kerajinan lainnya, Pulp & Kertas, Pengolahan Kayu, Pertanian, Pengolahan tetes, Tekstil, Besi baja & Mesin-mesin dan otomotif dan Elektronika.

“10 kelompok komoditi inilah Jatim terus meningkatkan kerjasamanya dengan pengusaha Hongkong. Diharapkan tahun ini, peningkatanekspor Jatim ke negara ini ( Hongkong ) bisa menaikan angka suplus dan tidak melamban seperti tahun sebelumnya,” pungkasnya

Teks foto : Assisten Executive Director Hongkong Trade Development Council ( HKTDC) Sophia Chong dan Ketua Komite Tetap Pengembangan Usaha Elektronika Bidang Industri Kreatif Kadin Jatim Tritan Saputra ( batik coklat) memberi MOU peningkatan kerjasama Kadin Jatim dan HKTDC.(wh)