97 Warga Terdampak Lokalisasi Dolly Teken Kontrak Alih Profesi

 

97 Warga Terdampak Lokalisasi Dolly Teken Kontrak Alih Profesi

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tak memungkiri bila rehabilitasi kawasan lokalisasi butuh proses panjang. Di eks lokalisasi Sememi dan Klakahrejo saja pembangunan fisik hingga kini masih berlangsung. Padahal, deklarasi alih fungsi di kedua lokasi tersebut sudah dilakukan sejak akhir tahun lalu. Perubahan serupa diharapkan Risma juga terjadi di Dolly dan Jarak.

“Saya butuh waktu karena ini tidak mudah. Apalagi di sana (Dolly dan Jarak, Red) 99 persen bukan orang Surabaya,” katanya saat jumpa pers di ruang ekrjanya, Kamis (19/6/2014).

Maka, sebagai langkah awal, pemkot menyerahkan secara simbolik kontrak kerja kepada 97 warga terdampak yang tinggal di sekitar lokalisasi Dolly dan Jarak.

Mereka ialah selama ini mata pencahariannya bergantung dari bisnis esek-esek. Misalnya pedagang kaki lima (PKL), buruh cuci, tukang parkir hingga penjaga keamanan setempat.

Risma mengungkapkan, banyak warga terdampak yang kini diterima bekerja di beberapa dinas di lingkup pemkot dengan status tenaga kontrak. “Ada yang bekerja di Bakesbanglinmas, Satpol PP, Diskominfo, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang dan rumah sakit milik pemkot,” paparnya.

Risma lantas menjelaskan tentang teknis penyaluran bantuan stimulus. Para PSK dan mucikari diberi waktu lima hari untuk mengambil bantuan tersebut. Jika tidak, dana itu akan dikembalikan ke pemerintah pusat. Dasar ditetapkannya lima hari sebagai tenggat waktu ialah agar tidak ada bunga bank. Sebab, kalau sampai berbunga, itu bisa salah secara administrasi.

“Saya jamin penyaluran uang stimulus tepat sasaran. Karena bantuan diberikan dalam bentuk buku tabungan. Jadi, para penerima bantuan sudah didaftarkan memiliki rekening bank atas nama masing-masing sesuai hasil verifikasi,” lanjutnya.

Dalam satu atau dua pekan ini, lanjut Risma, bakal ada penjajagan mengenai rencana pembangunan gedung sentra pedagangan. Penjajagan yang dimaksud meliputi pembebasan lahan oleh pemkot. Di atas lahan tersebut akan dibangun bangunan enam lantai yang difungsikan sebagai sentra PKL, perpustakaan, ruang komputer dan balai RW. “Nanti ada liftnya,” imbuh Risma.

Di sisi lain, upaya konkret alih fungsi akan dilakukan saat memasuki bulan Ramadan. Mantan kepala bappeko ini mengatakan pelepasan atribut berbau lokalisasi dilaksanakan saat puasa, sesuai himbauan seruan bersama selama ini. Diharapkan, setelah Ramadan sudah tidak ada lagi kegiatan prostitusi di kawasan Dolly maupun Jarak. Hal itu sesuai dengan nota kesepahaman bersama yang diteken wali kota Surabaya, Kepala Staf Komando Garnisun Tetap III (Kogartap III) Surabaya, Kapolrestabes Surabaya dan Komandan Resort Militer 084 Bhaskara Jaya saat malam deklarasi alih fungsi Dolly dan Jarak. (wh)