92 Persen Pertumbuhan Ekonomi Surabaya Ditopang UKM

92 Persen Pertumbuhan Ekonomi Surabaya Ditopang UKM

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya dan Kresnayana Yahya Chairperson Enciety Busines Consult dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (9/9/2016) siang. Foto: arya wiraraja/enciety.co

Pertumbuhan ekonomi Surabaya tidak dipengaruhi pertumbuhan ekonomi global. Itu dikarenakan perekonomian Kota Surabaya ditopang para pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Hal itu disampaikan Wali Kota Surabaya tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (9/9/2016).

“Di Surabaya ada sekitar 92 persen pelaku usaha kecil menengah (UKM). Dengan banyaknya para pelaku usaha tersebut, maka perekonomian Surabaya tetap bertahan dan tumbuh meski saat ini perekonomian nasional mengalami perlambatan pertumbuhan,” tutur Wali Kota Risma.

“Selain itu dengan menjadi pelaku UKM diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perekonomiannya secara mandiri,” imbuh dia.

Kata wali kota perempuan pertama di Surabaya, untuk mendorong pelaku UKM berbagai kemudahan perizinan telah dilakukan pemerintah Kota. Di antaranya dengan dihapusnya  perizinan gangguan lingkungan (HO).  Tidak ada kenaikan untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). “Untuk pajak dan retribusi alat PMK juga telah dihapus,” cetusnya.

Dalam kesempatan sama, Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya menilai ada hal menarik yang terjadi di Kota Surabaya. Apa itu? Surabaya sekarang mengalami fluktuasi harga bahan makanan.

“Namun, untuk harga makanan jadi yang ada saat ini cenderung stabil,”urai pakar statistika ITS Surabaya itu.

Kata dia, hal tersebut dikarenakan Surabaya tidak bergantung pada bahan-bahan dasar makanan yang didapat dari luar Kota Surabaya. Surabaya telah mampu menghasilkan bahan-bahan dasar makanan yang saat ini jumlah konsumsinya meningkat. Contohnya, bahan dasar seperti palawija, sayuran dan lain sebagainya.