90 Atlet Ikut Turnamen Full Body Contact di Surabaya

90 Atlet Ikut Turnamen Full Body Contact di Surabaya
foto:umar alif/enciety.co

Sebanyak 90 atlet karate dari 12 provinsi dan dua perguruan, yakni Perguruan Kala Hitam dan Perguruan GO Jo As serta binaan FORKI, mengikuti kejuaraan nasional Full Body Contact Open Tournament di GOR Kertajaya, Surabaya, Minggu (3/5/2015).

Sistem full body contact sendiri diartikan bahwa pukulan dan tendangan dari peserta langsung mengenai tubuh lawan (tidak ditahan/ditarik). Tetapi tetap akan diberikan batasan aturan yang tidak diperbolehkannya memukul kepala dan menendang selangkangan.

Kejurnas dengan piala bergilir Menkopolhukam I ini hanya dilaksanakan sehari. Dan para pemenangnya akan dikirim ke Tokyo Jepang untuk mengikuti kejuaraan dunia Grand Master Sosai Oyama pada September nanti.

Ketua Panitia Dr KPHA Tjandra Sridjaja Pradjonggo mengatakan, kejurnas yang pertama dengan piala bergilir Menkopolhukam ini dapat mengasah para atletnya sesuai jiwa Bushido.

“Olahraga full body contact adalah olahraga beladiri yang keras. Diharapkan para atlet harus dapat menjadi juara di dalam dirinya sendiri,” katanya.

Beberapa kelas yang dipertandingkan antara lain Kelas Dewasa Putera, Kelas Dewasa Puteri, Kelas Junior Puteri, Kelas Junior Putera dan Kelas Remaja Putera. Dari Kelas Dewasa Putera dibagi lagi menjadi 3 kelas, yakni Kelas Putera 60 Kg, 61-70 Kg dan 71 Keatas. Sementara untuk lainnya masing-masing hanya satu kelas saja.

Sementara itu, Menko Polkam Tedjo Edhi Purdijatno mengatakan, dirinya akan berusaha memasukkan cabor full body contact ke dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan digelar pada 2020 nanti.

“Selama ini aliran full body contact belum pernah dipertandingkan di PON,” kata Tedjo. (wh)