9 Pejabat Pemkot Surabaya Dimutasi

9 Pejabat Pemkot Surabaya Dimutasi

Para pejabat Pemkot Surabaya mengikuti upacara pelantikan di Balai Kota, Jumat (6/4/2018). foto:humas pemkot surabaya

Sebanyak 81 pejabat di Lingkungan Pemkot Surabaya dimutasi, Jumat (6/4/2018). Dari jumlah itu, rinciannya berdasarkan eselon II B sebanyak 9 orang setara dengan kepala dinas, 72 lainnya terdiri dari kepala bagian, kepala Sub bagian, kepala seksi, camat, sekretaris kecamatan, lurah, dan sekretaris kelurahan

Adapun sembilan pejabat eselon II Pemkot Surabaya yang dimutasi di antara Agus Sonhaji yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, kini mendapat jabatan baru sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Sedangkan Antiek Sugiharti yang sebelumnya menjabat Kepala Diskominfo, kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A).

Nanis Chairani sebelumnya menjabat sebagai Kepala DP5A, kini menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Eko Agus Supiadi sebelumnya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, kini menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (BLH).

Musdiq Ali Suhudi sebelumnya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (BLH), kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Wiwiek Widiyati sebelumnya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan.

Arini Pakistyaningsih sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan, kini menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang `Kemasyarakatan dan SDM.

Eddy Chriatijanto sebelumnya Kepala Bagian Adminsitrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah, kini sebagai Kepala Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemberdayaan Masyarakat.

Didik Irianto yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Bina Program, kini menjabat sebagai Kepala Bagian Adminsitrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan beberapa hal. Pertama, rotasi pejabat ini dilakukan di lingkungan Pemkot Surabaya dalam rangka kebutuhan organisasi yang harus diperbaharui. Sebab menurutnya, semakin lama permasalahan kota ini semakin tinggi dan berat.

“Banyak sekali perhatian dunia kepada Kota Surabaya. Karena itu, kita memang harus bekerja keras. Saya tahu ini tidak mudah, tapi itulah yang terjadi di Kota Surabaya,” kata Wali Kota Risma di Balai Kota Surabaya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga mengingatkan kepada para pejabat yang baru saja dilantik agar untuk terus bisa saling bersinergi baik satu dengan yang lain dan terus berbuat baik kepada siapapun. Khususnya kepada orang-orang yang membutuhkan uluran tangan.

“Karena itu, kita butuh orang lain untuk bagaimana kita bisa saling bersinergi,” tutur wali kota yang sarat prestasi dunia itu.

Menurut Wali Kota Risma, percepatan pertumbuhan pembangunan di Kota Surabaya disebabkan oleh beberapa faktor. Utamanya yakni karena adanya faktor sinergi satu sama lain. Maka dari itu, wali kota sarat akan prestasi tersebut berpesan kepada para pejabat yang baru saja dilantik, agar mereka bisa saling bersinergi untuk mewujudkan Kota Surabaya menjadi lebih baik.

“Mari kita bersinergi untuk membangun Surabaya yang lebih baik lagi,” sambungnya.

Disampaikannya, bahwa rotasi-mutasi pejabat ini dilakukan juga karena adanya beberapa organisasi yang diminta dibatalkan provinsi. Dengan adanya sekolah SMA dan SMK diambil alih oleh provinsi, maka dari itu dirinya melakukan rotasi pejabat tersebut.

“Saya berharap mari kita bergotong royong, bersinergi bersama-sama untuk Surabaya lebih baik lagi,” tandasnya. (wh)