850 Ribu Pelanggan PLN di Jatim Terdampak Kenaikan Tarif

850 Ribu Pelanggan PLN di Jatim Terdampak Kenaikan Tarif
foto: enciety.co

Mulai 1 Desember 2015, pemerintah melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN) menetapkan kenaikan tarif R1 golongan 1.300 Va dan 2.200 Va, dimana tarif yang mereka bayar masuk dalam tarif adjustment atau tarifnya bisa naik atau turun mengikuti tiga faktor, yaitu harga minyak, inflasi, dan kurs dollar.

Pinto Raharjo, Deputi Manajemen, Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, menjelaskan untuk di Jatim sendiri akan ada 850 ribu dari 10 juta pelanggan. Itu terdiri dari 600 ribu pelanggan golongan 1.300 Va dan 250 ribu pelanggan golongan 2.200 Va yang akan terdampak penetapan tarif baru ini.

“Namun untuk 10 golongan yang sebelumnya sudah menerapkan tariff adjustment ini sejak Januari 2015 ini justru akan mengalami penurunan tariff,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (1/12/2015).

Pinto menjelaskan, sebenarnya tarif untuk kedua golongan ini sudah direncana naik bersamaan dengan 10 golongan lain pada Januari lalu. Namun dengan mempertimbangkan  beberapa hal, termasuk kesiapan dan kondisi perekonomian saat itu, salah satunya dampak naiknya BBM, akhirnya pemerintah memutuskan untuk melakukan penundaan kenaikan tarif.

“Sebenarnya akan dinaikkan pada September lalu, namun kami memberi pertimbangan kepada pemerintah, melihat kondisi perekonomian masyarakat saat ini untuk dilakukan penundaan lagi. Akhirnya baru dinaikkan pada Desember ini,” Papar Pinto.

Besaran kenaikan tarif adalah 11 persen, yaitu dari Rp 1.352 menjadi Rp 1.509. Sedangkan untuk 10 golongan yang sudah naik lebih dulu tarifnya turun dari Rp 1.533 menjadi Rp 1.509.

PLN tidak mengkhawatirkan dampak dari kenaikan tarif tersebut, karena masyarakat sudah tahu mengenai kenaikan tarif tersebut sejak awal tahun saat diumumkan direncanakan akan naik. Selain itu, PLN juga sudah banyak melakukan sosialisasi ke masyarakat mengenai kenaikan tarif tersebut.

Akan tetapi, Pinto mengkhawatirkan saat kenaikan untuk golongan 450 VA dan 900 VA nanti. Karena ditetapkan pada golongan rumah tangga miskin atau kurang mampu. Karena dampaknya akan sangat terasa bagi mereka, dibandingkan pada golongan 1.300 Va dan 2.200 Va yang mana sudah masuk pada rumah tangga berkecukupan.

“Ini sudah kami antisipasi dengan sosialisasi. Namun akan tetap kami pantau, walaupun kami yakin tidak aka nada penolakan atau keberatan,” imbuh Pinto.

Nantinya tarif adjustment ini tidak selalu naik, tapi ada kemungkinan bisa turun. Bergantung dari tiga faktor yang menentukan harga pokok listrik PLN. Yaitu, harga minyak dunia, inflasi dan kurs dollar akan menjadi patokannya. (wh)