8 Orang Wakil Surabaya Hadiri Konferensi Lingkungan di Australia

8 Orang Wakil Surabaya Hadiri Konferensi Lingkungan di Australia
Millennium Kids, lembaga lingkungan di Australia memandu pelaksanaan forum anak-anak Discovering Our river. sumber foto: tunashijau

Delapan orang rombongan Tunas Hijau menghadiri program Cross Culture Environment Education Exchange (CCEEE) Australia – Indonesia. Program tersebut merupakan kelanjutan dari Surabaya Eco School sejak tahun 2014.

Bram Azzaino, aktivis senior Tunas Hijau, Kamis (4/6/2016,) mengatakan dalam program CCEEE 2015 ini, rombongan delegasi akan mengikuti konferensi lingkungan hidup dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni. Konferensi lingkungan hidup bertajuk “Discovering Our River” yang diselenggarakan di Point Walter, Bicton, Perth Selatan selama dua hari.

Rombongan tim Tunas Hijau terdiri dari Alfie Febriana, kepala SDIT Al – Uswah, Lailatur Rohmah, eco teacher (senior) of the year 2015 yang juga guru SMAN 12, Yazid Ahmad, guru lingkungan hidup SDN Bubutan IV, Fatih Abdul Azis, Eco Student (senior) of the year 2015 yang juga siswa SMAN 14, Surya Adinata Putra, siswa SMPN 4, Arief Rachman Perdana, staff CSR PT Pembangkitan Jawa-Bali yang menjadi sponsor utama program serta Anggriyan Permana dan Bram Azzaino, aktivis senior Tunas Hijau.

Australia rombongan delegasi tidak hanya mengikuti konferensi lingkungan saja, agenda lainnya adalah mereka dijadwalkan untuk mengunjungi wisata kuliner makanan laut yang tekenal di Perth Selatan, tepatnya di kota Fremantle bernama Fish and chips Cicerellos, Perth Zoo atau kebun binatang Perth dan Coolbinia Primary School.

Melalui program CCEEE 2015 ini, mereka bisa saling bertukar pengalaman dan pengetahuan mengenai aksi nyata yang sudah mereka lakukan di sekolah masing-masing. Mereka juga bisa belajar banyak mengenai upaya atau penerapan pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah Australia. Melalui program yang untuk kali kedua digelar sebagai bagian Surabaya Eco School 2014, mereka bisa mengetahui isu-isu lingkungan di luar Surabaya.

Kepala SDIT Al Uswah, Alfie Febriana menambahkan, kesempatan besar yang didapatkan kali pertama ini tidak disia-siakan untuk menyerap sebanyak mungkin ilmu dan informasi yang didapatkan selama di negeri Kanguru untuk kemudian diterapkan di sekolahnya sebagai buah tangan.

“Saya ingin sekali bisa menyerap sebanyak mungkin ilmu yang akan saya dapat selama di Australia untuk diimplementasikan di sekolah, saya juga akan berbagi cerita kepada guru-guru yang lain tentang pengalaman saya selama di Australia,” terang Alfie Febriana. (kmf/wh)