8 Anjal Surabaya Berangkat ke Street Child World Cup 2014 Brazil

8 Anjal Surabaya Berangkat ke Street Child World Cup 2014 Brazil
Wali Kota Tri Rismaharini menerima delapan anjal yang lolos ke Brazail, Selasa (25/2/2014).

 

Surabaya patut berbangga. Generasi penerus Evan Dimas Darmono, kapten Timnas U-19, mulai bermunculan dari Kota Pahlawan. Delapan anak jalanan (anjal) yang diasuh Sanggar Alang-Alang dijadwalkan bertanding di ajang Street Child World Cup 2014, kejuaraan sepak bola khusus anak-anak jalanan di Brazil jelang Piala Dunia, Juni mendatang. Empat dari delapan anak tersebut asli Arek Suroboyo, empat lainnya berasal dari Malang dan Blitar.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku bangga dengan keberhasilan anjal Surabaya ini. “Ini prestasi hebat karena mereka sehari-hari bekerja sebagai loper koran dan mampu menyisihkan puluhan anak lainnya,” ujarnya saat menemui mereka di ruang kerjanya, Selasa (25/2/2014).

Sebelum bertolak ke Jakarta menjalani karantina, Rabu (26/2/2014), 8 anjal Surabaya tersebut berpamitan dan memohon doa restu kepada Risma. Mereka didampingi pengasuh Sanggar Alang-Alang, Didit Hape.

Risma pun tak henti-henti memuji prestasi yang ditorehkan anak-anak dari Sanggar Alang-Alang itu. “Anak-anak ini memberi inspirasi bahwa kalau mereka mau ya mereka bisa. Tidak ada yang tidak mungkin,” tuturnya terharu.

Perempuan nomor satu di Kota Pahlawan itu lantas berharap anjal Surabaya tersebut mampu berprestasi maksimal di Brazil. Yang lebih penting, mereka bisa menunjukkan attitude yang baik.

“Kalian ini kan bukan hanya membawa nama Surabaya, tetapi juga Indonesia. Karena itu, kalian harus bisa jaga sikap dan mental. Mereka harus giat berlatih. Di sana kalian pasti latihannya berat dan mereka tidak boleh gampang menyerah,” pesannya.

Didit Hape menyampaikan terima kasih kepada Risma yang telah membantu anak asuhnya untuk berangkat ke Jakarta dan Brazil. “Saya mewakili anak-anak menyampaikan terima kasih kepada Bu Risma yang telah memberikan perhatian dan kepedulian kepada anak-anak ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, 8 anjal Surabaya ini berhasil menyisihkan sekitar 70 anak-anak jalanan yang mengikuti seleksi.

Usai dinyatakan lolos pada 4 Februari 2014 lalu, pihaknya langsung mengkarantina mereka untuk membentuk kekompakan.

Didit berpendapat, anak jalanan berkepribadian keras. “Jadi kita berikan pembenahan mental di camp kita di Sanggar Alang-Alang. Kita coba menggunakan pendekatan etika, norma, dan agama,” jelasnya.

Selama di Jakarta nanti, mereka bakal bergabung dengan anak-anak jalanan dari kota lain seperti Palembang, Medan, Jakarta dan Makassar yang juga telah lolos seleksi. Kemudian di Brazil, mereka akan bermain dalam event sepak bola khusus anak jalanan yang dihelat sebelum Piala Dunia yang diikuti oleh tim dari 14 negara. “Keberhasilan mereka ini juga untuk memotivasi anak-anak Surabaya yang lain,” tambah Didit.

Kedelapan anak dari Sanggar  Alang-Alang yang akan berangkat ke Brazil yakni Muhamad Ayub, Muhamad Malik dan Siti Nur Qomariah. Mereka berasal dari Surabaya. Lima anak lainnya yakni Muhamad Yasidur Rozaq, Eko Siswandi, Rizqi Rahmadi, Muhamad Mukti, serta Yusuf Eko Saputro. Siti Nur Qomariah menjadi satu-satunya putri yang berangkat. Selain tim sepak bola putra, juga ada tim sepak bola putri. “Kita sudah siap mental dan fisik untuk berangkat ke Brazil. Yang paling tentu menjaga kondisi agar tetap fit. Moga-moga nanti kita bisa memberikan yang terbaik buat Surabaya dan Indonesia,” ujar Muhamad Ayub mewakili teman-temannya.(wh)