76 Persen Limbah Surabaya dari Rumah Tangga

76 Persen Limbah Surabaya dari Rumah Tangga
Foto: umar alif/enciety.co

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya merilis,  sebanyak 76 persen limbah berasal dari rumah tangga dan 15 persen limbah industri, dan sisanya limbah perhotelan.

Diharapkan, semua elemen di Kota Surabaya harus lebih memperhatikan limbah yang dikeluarkan sebelum dibuang ke saluran. Dengan melakukan pengolahan limbah, diharapkan kualitas air tidak akan terganggu.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Surabaya Musdik berharap agar Surabaya yang menjadi kota metropolitan kedua setelah Jakarta mempunyai instalasi pengolahan limbah domestik secara terintegrasi.

“Air yang dihasilkan oleh rumah tangga harus terlebih dahulu diolah tersendiri dan harus dipisahkan dengan yang lainnya,” kata Musdik kepada wartawan, Selasa (19/5/2015).

Menurut dia, air limbah domestik jika langsung masuk ke tanah akan mengurani kualitas air tanahnya. Dan jika mengalir langsung ke sungai bisa merusak ekosistem lingkungan hingga menyebabkan banyak ikan yang mati.

Pihaknya sendiri sudah lama menginisasi tentang pembuatan zonasi pengelolahan limbah domestik yang dibagi menjadi lima wilayah. Namun sampai saat ini masih belum terlaksana.

Padahal dengan system ini bisa dilakukan pengolahan limbah domestik terintergrasi dengan mengumpulkan limbah domestik dari perumahan menjadi satu penampungan dan lalu direcycle seperti yang banyak ditemui di hotel-hotel kota Surabaya.

“Di berbagai hotel Surabaya sendiri kini air limbah mereka diolah sendiri dan dijadikan sebagai tempat menyiram tanaman yang mereka punyai. Juga dijadikanair bilasan untuk kendaraan operasional mereka,” jelasnya. (wh)