750 UKM Dibekali Manajemen Risiko Keuangan

750 UKM Dibekali Manajemen Risiko Keuangan
Doddi Madya Judanto memberikan penjelasan manajemen keuangan di hadapan ratusan pelaku UKM Pahlawan Ekonomi, di Kaza City, Minggu (24/5/2015). Umar alif/enciety.co

Para pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi (PE) Surabaya tak hanya dibekali pengetahuan tentang peningkatan kualitas produk dan pemasaran. Mereka juga diberi pemahaman tentang pengelolaan keuangan.

Hal itul tersaji dalam sesi pelatihan literasi keuangan bersama OJK yang digelar di Kaza City, Surabaya, Minggu (24/5/2015).

“Para pelaku UKM harus benar-benar memahami bagaimana caranya mereka mengelola keuangan dari hasil usahanya. Termasuk memahami risiko-risiko dari pengelolaan dan produk keuangan yang ada saat ini,” ujar Doddi  M Judanto, senior consultant Enciety Business Consult.

Kegiatan yang masuk dalam rangkaian Bulan Bakti Ulang Tahun Surabaya ini, diikuti 750 UKM PE. Kegiatan ini dikemas secara berseri tiap pekan selama bulan Mei ini dengan menghadirkan narasumber dan tema yang berbeda. Sebelumnya, para peserta juga dibekali pengetahuan tentang pasar modal oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dijelaskan Doddi, bila memahami Go Financial, maka pelaku UKM dapat melindungi usaha secara seterusnya guna menjaga keluarganya sendiri. Para pelaku UKM juga bisa mewariskan usahanya kepada keluarganya.

“Bila karyawan pensiun tidak bisa diteruskan oleh anak. Beda dengan pengusaha kan yang bisa diteruskan oleh anak hingga cicitnya,” ujarnya, lalu diamini ratusan perempuan pelaku UKM yang mengikuti pelatihan tersebut.

Kata dia, bila pelaku UKM paham mengenai pengelolaan keuangan tujuan pertamanya agar dapat melindungi usaha dari berbagai risiko dari kerugian, sakit, bahkan tidak bisa meneruskan usaha. Tujuan kedua, mengembangkan usaha dan menyejahterakan keluarga. Tujuan ketiga, berguna untuk melestarikan usaha.

“Makanya, pelaku UKM perlu dan harus mengenal risiko yang dihadapi usaha dan keluarga, seperti risiko fisik sakit dan kecelakaan. Setiap investasi pasti ada risiko, kan,” terusnya.

Juga ada risiko keuangan seperti kehilangan modal, kerugian dan inflasi. Pengusaha juga harus mengetahui risiko pasar seperti produk dan jasa serta persaingan. Risiko hukum juga harus diketahui seperti tanggung gugat dan perubahan aturan. “Risiko-risiko ini harus diperhitungkan oleh pelaku UKM agar tetap survive,” cetus Doddi.

Menurut dia, Ada tiga cara mengelola risiko agar pengusaha tidak terkena terlalu besar dampaknya. Pertama, menghindari risiko contohnya keselamatan kerja, melengkapi perizinan, menjaga kualitas produk dan jasa. Kedua, mengalihkan risiko kepada pihak lain seperti asuransi. Ketiga, mempersiapkan konsekuensi terjadinya risiko contoh mengatur penghasilan atau pendapatan, menyiapkan dana cadangan atau darurat.

“Dengan mengatur penghasilan atau pendapatan meskipun memakai modal sendiri namun biaya modal tetap harus diperhitungkan,” papar dia.

Doddi menambahkan, saat ini pelaku UKM bisa memanfaatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertugas mengatur, mengawasi bank-bank, pegadaian, leasing,  serta lembaga jasa keuangan di seluruh wilayah Indonesia.

“OJK bertujuan untuk melindungi nasabah atau konsumen dan mampu mewujudkan industri jasa keuangan menjadi pilar perekonomian,” jelasnya.

Bila pengusaha mengetahui masalah keuangan dengan Lembaga Jasa Keungan bisa melaporkan ke OJK. Namun sebelum ke OJK, nasabah harus berusaha menyelesaikan masalah dulu ke Lembaga Jasa Keuangan (LJK).

“Bila dipersulit dapat hubungi OJK di nomor 500655 atau langsung ke kantornya,” pungkasnya. (wh)