72 Peserta Mundur pada Hari Pertama Tes CPNS Jatim

72 Peserta Mundur pada Hari Pertama Tes CPNS Jatim
Peserta mengikuti tes CPNS Pemprov Jatim di Gedung Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya, Selasa (7/10/2014).

Sebanyak 72 orang peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov Jatim memilih mundur.  Ini terlihat dari pelaksanaan hari pertama tes, Selasa (7/10/2014), dimana di setiap sesi tes dari lima sesi setiap harinya, terdapat lebih dari 15 orang yang mundur dan tidak ikut tes.

Pada tes sesi pertama yang berlangsung mulai pukul 07.30-09.00, sebanyak 17 orang dari 150  peserta tidak ikut. Sedangkan pada tes sesi kedua pada pukul 09.30-11.30 18, ada 18 peserta mbolos.

Hal yang sama terjadi pada sesi tiga, dimana terdapat 20 peserta yang tidak masuk. Sementara sesi empat yang saat ini proses tesnya masih berlangsung ada 17 peserta yang mbolos.

Ini berarti, dalam empay sesi saja, sebanyak 72 orang peserta tes CPNS di lingkungan Pemprov Jatim yang memilih mundur.

Tes dengan sistem computer assisted test (CAT) digelar di Gedung Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya, Jalan Jemur Andayani I/73.

Kepala Bidang Formasi dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Jatim Eka Agus Tjahjono mengatakan, mereka yang tidak mengikuti tes dipastikan gagal. Pasalnya, keikutsertaan dalam tes sifatnya wajib.

“Dari mana para peserta mendapat nilai, kalau dia tidak hadir saat tes digelar. Sementara hasil nilai peserta dapat dilihat secara langsung begitu waktu tes selesai,” ujarnya.

Dalam tes kemarin, peserta diminta mengerjakan 100 soal, yang terdiri dari soal tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU), dan tes karakteristik kepribadian (TKP). Untuk bisa lolos, peserta minimal harus mendapat nilai sesuai passing grade minimal yang ditetapkan, yakni 250.

Nah, begitu tes di dua sesi awal selesai, panitia langsung mengumumkan hasil nilai di papan pengumuman yang ada di lokasi tes.

Untuk sesi pertama, Adika Muhammad Ibrahim dari Kota Surabaya berhasil mendapat nilai tertinggi 393, dengan rincian nilai TWK 115, TIU 125, dan nilai TKP 153. Sedangkan sesi kedua nilai tertinggi diraih Ayu Larasati dari Gresik, yakni 392. Rinciannya, nilai TWK 120, TIU 120, nilai TKP 152.

Eka menambahkan, meski masih harus bersaing dengan peserta lain yang akan mengikuti tes hingga tanggal 11 Oktober nanti, peserta yang mendapat nilai tertinggi tersebut peluang untuk diterima sangat besar.

“Apalagi nilai yang didapat jauh diatas passing grade yang ditetapkan,” tegasnya.

Galih, peserta asal Probolinggo menjelaskan, dia yang ikut tes pada sesi kedua berhasil mendapat nilai 380.

Meski kalah dengan nilai Ayu dari Gresik, Galih yang mendaftar untuk formasi Perencana Pertama ini berharap bisa lolos.

“Semoga saja lolos, meski ini masih hari pertama dan belum semua rekap nilai hasil tes semua peserta keluar,” katanya.

Untuk peserta yang lolos akan kembali mengikuti tes psikologi yang akan diuji oleh tim dari Psikologi Unair yang akan dilaksanakan pada 27 Oktober mendatang.

“Tes CAT ini akan berlangsung lima hari. Karena keterbatasan unit komputer yang hanya tersedia untuk 150 peserta saja,” kata Akmal Budianto Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Jawa Timur.

Menurutnya kecil kemungkinan peserta mencontoh jawaban dengan teman tes lainnya. Karena setiap peserta soal dan jawabannya berbeda satu dengan yang lainnya.

“Kecil kemungkinan untuk mencontek. Bila ketahuan langsung kita coret,” tandasnya. (wh)