70 Persen Waktu Pertamina Habis untuk Distribusi

 

70 Persen Waktu Pertamina Habis untuk Distribusi

Sebanyak 70 persen dari total waktu yang dimiliki Pertamina dalam setahun, ternyata dihabiskan  dihabiskan untuk distribusi. Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Suhartoko mengungkapkan, Pertamina harus didukung dengan infrastruktur distribusi BBM yang meliputi 200 kapal tanker berbagai ukuran, 6.600 outlet SPBU dan APMS, jalur pipa transmisi serta 112 terminal BBM dengan total kapasitas terpasang 4,72 juta KL. Sepanjang 2013  lalu, Pertamina telah menyalurkan sekitar 60 juta kiloliter (kl) bahan bakar minyak (BBM), baik untuk retail public service obligation (PSO) dan non-PSO, serta industri, hingga nelayan.

“Dengan penugasan untuk mendistribusikan BBM ke seluruh Tanah Air, maka hal ini mengambil sekitar 70 persen dari seluruh aktivitas Pertamina,” kata dia saat pemaparan dengan tema Menjamah Hingga Pelosok Negeri Menjangkau Pulau Terluar saat perjalanan kereta api menuju Jakarta ke Yogyakarta, Senin (16/6/2014).

“Tentunya ini merupakan bagian dari sumbangsih perusahaan dalam menyediakan energi untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang menjangkau pelosok negeri,” tambah Suhartoko.

Menurut dia, dengan tren konsumsi BBM yang terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertumbuhan ekonomi, Pertamina perlu terus mengembangkan infrastruktur untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi. Untuk itu, Pertamina telah merencanakan adanya beberapa penambahan fasilitas distribusi BBM.

Dia mencontohkan untuk fasilitas penampungan BBM, Pertamina telah menargetkan penambahan kapasitas penampungan bahan bakar minyak sebesar 1,25 juta KL menjadi 5,97 juta KL hingga 2018 yang tersebar di Indonesia bagian Timur, Tengah, maupun Barat.

Untuk fasilitas retail, Pertamina tahun ini akan menambah sebanyak 226 outlet, mulai dari SPBU, Agen Premium dan Minyak Solar (APMS), serta Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN). (lp6/ram)