7 Pola Kembangkan Pendidikan Sehat

7 Pola Kembangkan Pendidikan Sehat

 

Oleh KRESNAYANA YAHYA

Ada tujuh “F” yang diperlukan untuk membentuk tumbuh kembang anak dalam pendidikan sehat. Tujuh F itu adalah focus family, friends, faith, fitness, financial, function, dan fun.

F yang pertama adalah focus family. Yang dimaksudkan disini adalah sebuah keluarga harus fokus terhadap kehidupan, tumbuh kembang dan percaya diri seorang anak terhadap lingkungannya.

Banyak yang hilang rasa kebersamaan dalam keluarga terhadap anak yang tergantikan dan digeser oleh kehidupan. Seperti anak diikutkan sekolah full day school, les dan Lembaga Bimbingan Belajar (LBB).

Pertumbuhan anak jadi kurang perhatian oleh orang tuanya. Bila seorang anak tidak kenal orang tuannya, maka anak akan mencari yang bisa dianggap seperti orang tua misalnya pembantu. Kasihan sekali.

F yang kedua adalah friends atau teman. Seorang anak bila di-bully temannya maka kejiwaannya akan menjadi terganggu. Dirinya mencontohkan bila di negara Inggris dan Finlandia, bully itu bisa masuk ke tindak pidana. Disini di Indonesia, hanya dianggap guyon. Peran orang tua penting untuk mengenalkan teman yang baik agar beradaptasi dan berekspresi. Agar anak punya kepekaan dan berempati sendiri.

Untuk F yang ketiga adalah faith atau agama. Kepercayaan suatu agama berguna untuk mengikat di setiap diri manusia. Di Indonesia adalah negara beragama tetapi banyak orang yang melupakan Tuhannya. Dan orang tua lebih banyak mengingat uang daripada mengajari anak tentang agama.

F yang keempat adalah fitness atau kesehatan badan dan jiwa. Kesehatan badan dan jiwa berhubungan dengan behaviour. Setiap orang tidak boleh berpikiran negatif dan harus positif. Kebugaran sebuah keluarga terjaga maka orang akan berespons positif dan tidak negatif. Bila anak tidak sehat, maka akan sering di-bully sama temannya.

F yang kelima adalah financial atau keuangan. Keuangan yang cukup itu adalah relatif. Mencari uang dengan bekerja keras bukan hanya hari ini, tapi juga masa depan itu bagus. Tetapi orang tua juga harus memperhatikan anak-anaknya.

F yang keenam adalah function atau karir. Seorang suami menjadi tulang punggung sebuah keluarga. Kerja wajar adalah 8-10 jam dan seorang ibu jangan melebihi waktu itu bila kedua orang tua sama-sama bekerja. Family atau keluarga itulah yang utama.

F yang ketujuh adalah fun. Orang tua diharapkan tidak mesti serius untuk mengajari anak-anaknya. Ajaklah anaknya untuk bergembira dan berpetualang. Contohnya seperti melihat gunung, hutan dan laut. Ajarkan karya alam ciptaan Tuhan. Kurikulum tidak hanya sekolah tapi juga di rumah. Orang tua harus mengerti talenta dan keinginan seorang anak.

Bila keluarga kurang kreatif, maka akan terjerumus kepada korupsi. Orang yang tidak jujur ke keluarga perilakunya akan menyimpang. Semisal  istri meminta dan memaksa di luar kewajaran, maka suami akan tergoda untuk memenuhi hal tersebut. Ini yang tidak wajar kemauan si istri misal beli mobil sama dengan tetangganya atau iri. Maka anak akan meniru perbuatan orang tuanya.(*)

*Chairperson Enciety Business Consult dan Dosen Statistik ITS Surabaya