Emirsyah Satar Raih  Penghargaan Tokoh Transformasi BUMN 2016

Mantan direktur utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar meraih penghargaan “Tokoh Transformasi BUMN 2016” dari majalah BUMN Track. Emirsyah Star dinilai sukses mengembangkan PT Garuda Indonesia menjadi maskapai penerbangan bintang lima.

Pemimpin Redaksi Majalah BUMN Track, Akhmad Kusaeni mengatakan Emirsyah Satar merupakan tokoh penting BUMN. Melalui ide kreatifnya, Garuda Indonesia bisa menjadi maskapai kebanggaan Indonesia.

Garuda Indonesia juga meraih penghargaan “World Best Cabin Crew” pada 2013 mengalahkan Singapore Airlines. Emir juga mampu mengubah PT Garuda Indonesia menjadi one dollar to million dollar company. “Emirsyah Satar berhasil melakukan transformasi kepada Garuda Indonesia dan Emirsyah Satar layak diberikan penghargaan dan menjadi role model,” ujarnya dalam acara “Penghargaan BUMN Track” di Sampoerna Strategic, Jakarta, Kamis (12/5/2016).

Dalam pidatonya, Emirsyah Satar mengaku sangat bangga dan senang bisa meraih penghargaan bergengsi dari BUMN Track.

Menurutnya, BUMN bisa maju jika didukung kerja sama atau teamwork, tidak hanya leader yang terlibat, tetapi anak buah harus berkontribusi. Ia percaya dengan kerja sama yang kuat, BUMN akan menjadi perusahaan global. “Meskipun saya sudah tidak di Garuda Indonesia, saya ingin mengajak para leader BUMN agar terus berinovasi dan teamwork,” ujarnya.

Emir mengatakan bisnis penerbangan merupakan bisnis yang mempunyai cost yang mahal. Kunci agar menjadi sukses adalah menerapkan disiplin, karena menyangkut keamanan penumpang. “Selain teamwork, disiplin juga menjadi kunci menuju kesuksesan,” ujarnya.

Selain memberikan penghargaan kepada Emirsyah Satar, BUMN Track juga memberikan penghargaan kepada mantan Dirut PT Telkom yang kini menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Arief dinilai berhasil menjadikan PT Telkom sebagai perusahaan global yang sudah bisa berekspansi ke dunia internasional.

PT Telkom melalui anak perusahaannya PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) berhasil melebarkan sayapnya ke Timor Leste dan Australia. Sejak 2012, Telin melayani Hong Kong, Malaysia, dan Singapura. (bst)