656 Emiten Indonesia Telah Terdaftar di BEI

656 Emiten Indonesia Telah Terdaftar di BEI

Foto: arya wiraraja/enciety.co

Sudah 656 Emiten di Indonesia terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada 2020 mendatang, dua perusahaan Jatim akan go public.

Hal itu disampaikan Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Surabaya Dewi Sriana, dalam acara penutupan Media Gatering BEI Kantor Perwakilan Surabaya, Rabu (6/11/2019) sore.

Dari 656 Emiten sampai Oktober 2019, tercatat ada Rp 7,159 triliun nilai kapitalisasi pasar yang melantai di lantai bursa. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 6,3 persen dari total perusahaan yang tercatat di BEI.

Jatim punya 59 perusahaan yang tergabung dalam bursa. Dari angka itu,  Kota Surabaya terbanyak penyumbang perusahaan dengan 40 perusahaan yang terdaftar. Tempat kedua, Malang dengan 15 perusahaan. Disusul Kediri, Jember, Blitar, dan Situbondo masing-masing 1 perusahaan.

“Saat ini, kami ingin menambah jumlah perusahaan di Malang dan kota-kota lain. Sebagai kota terbesar kedua setelah Surabaya, Malang punya potensi sangat tinggi. Kami ingin menggali dan memaksimalkan potensi tersebut,” cetus dia.

Dewi menambahkan, saat ini pasar saham syariah masih menduduki peringkat pertama perputaran pasar modal di Indonesia. Jumlahnya  63 persen. Angka tersebut dilengkapi dengan jumlah investor aktif dalam pasar syariah yang angkanya mencapai 30 persen.

Kata dia, Jatim saat ini menjadi salah satu dari sepuluh daerah investor saham syariah di Indonesia. Jatim ada di urutan ke 3 dengan nilai 8.303 investor. Di atasnya ada Jawa Barat dengan nilai 8.334. Urutan pertama DKI Jakarta yang nilainya mencapai 8.933.

“Nah, target kami mendapatkan posisi kedua dengan menggeser Jawa Barat. Untuk itu, ke depan kita punya program road show untuk mengajak para masyarakat pondok pesantren di Jawa Timur. Rencananya kita akan galakkan mulai akhir tahun ini,” pungkas Dewi. (wh)

Berikan komentar disini