650 CEO Dunia Hadiri World Economic Forum di Jakarta

650 CEO Dunia Hadiri World Economic Forum di Jakarta

Ajang pertemuan antar CEO perusahaan kelas dunia yang bertajuk 24th World Economic Forum on East Asia akan berlangsung di Jakarta, 19-21 April 2015. Selain dihadiri oleh pemilik perusahaan, perhelatan ekonomi ini juga akan mengundang para pemimpin dunia dari negara maju dan berkembang.

Direktur Senior Kepala Asia-Pasifik World Economic Forum Sushant Palakurthi Rao perhelatan ekonomi ini mengangkat tema ‘Anchoring Trust in East Asia’s New Regionalism’ dengan berfokus pada tiga pilar yaitu konteks regional baru, konteks ekonomi baru dan konteks kewarganegaraan baru.

“Kami melaksanakan 24th World Economic Forum on East Asia untuk membahas pentingnya memperkaya dialog guna meningkatkan kerjasam regional dan keputusan penting dalam mengakselerasi pembangunan sosial-ekonomi,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2015).

Dan sebagai negara dengan tingkat populiasi terbesar keempat di dunia dan salah satu perekonomian G20 dengan pertumbuhan tercepat, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah forum ekonomi dunia di Asia Timur ini dengan dukungan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Kami akan membawa para pemimpin senior dari bisnis, politik, masyarakat sipil dan akademisi pada tahun yang kritis bagi kawasan Asia-Pasifik ini,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Kemendag Bachrul Chairi mengatakan bahwa forum ini rencananya akan dihadiri oleh sekitar 650 peserta yang terdiri dari CEO, pemimpin di sektor bisnis, dan pemimpin negara.

“Angka 650 memang relatif kecil tetapi mereka bukan hanya CEO tetapi juga pemilik perusahaa-perusahan besar. Jadi 650 partisipan merupakan pemagang porsi kue ekonomi dunia yang sangat besar,” jelasnya.

Pertemuan ini rencananya akan dipimpin oleh beberapa co-chairs asal Indonesia, seperti Direktur Eksekutif Grup Lippo dan Global Shaper John Riady, Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin dan Direktur Jenderal Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) William Lacy Swing. (lp6/wh)