Kenaikan Harga Minyak, Kerek Penguatan Wall Street

wall-street-amerika

Kenaikan harga minyak  direspon positif oleh para pelaku pasar modal di Wallstreet AS. Pada sesi penutupan Kamis waktu setempat atau Jum’at  (22/1/2016) WIB, Indeks saham utama Amerika Serikat ditutup menguat.

Selain itu, seperti dikutip dari laman CNBC, Jumat, 22 Januari 2016, harapan Bank Sentral Eropa yang akan mengeluarkan stimulus moneter untuk membantu pemulihan ekonomi zona euro juga menjadi sentimen positif bagi pasar. “Akhirnya harga minyak menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Selain itu, prediksi bahwa kemungkinan besar Bank Sentral Eropa akan menambah stimulus moneternya pada Maret mendatang menggembirakan pasar,” kata Peter Cardillo, Kepala Ekonom Pasar First Standard Financial.

Pasar saham Eropa ditutup melonjak hampir dua persen setelah adanya pernyataan tersebut. Sebelumnya, Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah.

The CBOE Volatilitas Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari kecemasan di pasar diperdagangkan di atas 16. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir menguat 115,94 poin (0,74 persen) ke level 15.882,68, dengan saham Verizon dan Goldman Sachs yang memimpin penguatan saham.

Sementara itu, indeks S&P 500 naik 9,66 poin (0,52 persen) ke level 1.868,99, dipimpin oleh saham sektor energi. Adapun indeks Nasdaq melemah 0,37 poin (0,01 persen) ke level 4.472,06.

Volume saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York hampir mencapai 1,2 miliar unit saham dengan volume komposit mendekati 5,1 miliar unit saham.

Sementara itu, nilai tukar mata uang dolar melemah terhadap mata uang mitra dagang utama AS. Imbal hasil (yield) treasury 10 tahun yang digunakan untuk menentukan suku bunga KPR dan kredit konsumsi naik menjadi 2,03 persen. (nbc/vva)